Thursday, December 28, 2023

Alasan kenapa Pedagang jarang ditemui saling berselisih karena bekerja di area yang sama


Di tulisan ini aku mau ngebahas sesuatu yang mungkin nggak pernah kalian bayangkan sama sekali tapi sebenarnya terjadi di sekitar kita. Khususnya buat kita yang tinggal di kota-kota besar. Kalian pasti sering ngeliat pedagang keliling, entah apapun daganganya, ataupun pengamen, pengemis dan berbagai pekerjaan lain yang ada di jalanan. Mereka selalu kalian temui di tempat yang sama setiap hari. mereka udah punya rute berjualan yang selal sama, dan sangat jarang kita temui sesama pedagang di bidang yang sama, saling berselisih karena bekerja di area yang sama. Mungkin ada, tapi jarang terjadi.

Pernah nggak sih kalian berfikir, bagaimana hal tersebut bisa terjadi? Udah lama banget sih aku pengen ngebikin tulisan ini. Jadi zaman dahulu kala, banyak orang2 desa yang mulai merantau ke kota, untuk merubah nasib mereka, melihat gemerlapan kehidupan kota yang terlihat menjanjikan, orang2 dari desa mulai memberanikan diri datang ke kota. Beberapa orang mulai datang ke Kota dan mengadu nasib mereka, mereka menjajakan keahlian yang mereka kuasai dari desa. Ada yang jago membuat sate, mulailah berjualan sate, yang jago membuat bakso, mulai berjualan bakso, yang ahli ahli bertani di desanya, mulai lah berjualan sayuran. di karenakan dana yang terbatas, mereka menjajakan daganganya tersebut dengan Berkeliling. orang orang itu mulai mencoba dari satu area ke area lainya, dan akhirnya menetap berjualan di area yang paling menguntungkan mereka.

Kehidupan mereka berubah, mereka mulai bisa mendapatkan uang dan bisa membeli barang barang bagus di kampungnya. Banyaklah orang orang di kampungnya yang melihat mereka sebagai orang sukses, walaupun sebenarnya tidak begitu. Namun hal tersebut membuat beberapa orang lain di kampungnya mulai ingin ikutan menguji nasibnya di perkotaan juga, berharap bisa juga meraih kesuksesan.

Mulai lah orang2 tersebut ikut ke kota, dan disana dia diberi tahu cara mencari uang dengan berjualan sesuai dengan keahlian dari desa mereka. Biasanya sama sama berjualan makanan/benda yang sama, sehingga disinilah, mereka mulai membagi wilayah, karena pembangunan kota semakin berkembang banyak perumahan baru yang berdiri juga memperluas area berjualan mereka. Namun dikarenakan juga jumlah penjual semakin meningkat, mulailah mereka semakin ketat dengan wilayah masing masing, seperti ada garis pembatas tidak resmi antar wilayahnya, hal ini untuk mencegah terjadinya persaingan dagang tidak sehat, dan juga perselisihan antar penjual. Agak unik memang, tapi ini sudah biasa terjadi diantara penjual/pekerja keliling. Akan berbeda lagi jika untuk usaha yang dibuka disebuah tempat/ruko.

Nah disinilah masalah mulai bermula. Orang yang merantau ke kota semakin banyak, Para pedagang rantauan semakin banyak, namun perkembangan wilayah kota tidak tumbuh secepat itu. Maka kebutuhan akan wilayah bagi pedagang semakin tinggi. Orang yang datang ke kota dan tidak memiliki wilayah untuk berdagang tidak akan bisa bertahan, apalagi jika tidak memiliki keahlian lain.

Mulai munculah oknum2 yang melakukan sebuah jual beli tak kasat mata. yang dijual adalah wilayah dagang. Mungkin agak aneh, agak nyeleneh, dan astral gitu. Mungkin kalo orang jual tanah ato rumah kan udah jelas tuh barangnya, ada sertifikatnya juga pula, sedangkan kalo jual wilayah dagang, wujudnya nggak jelas, hitam diatas putih juga mungkin tidak ada bahkan. Jadi bener bener aneh, tapi inilah yang terjadi di sekitar kita, tanpa kita sadari praktek ini sudah sering di jalankan.

Orang yang mempunyai wilayah dagang yang terlalu luas, bisa membagi nya dengan pedagang lain, degan kompensasi harga tertentu. Atau orang yang sudah pensiun berdagang juga bisa menjual wilayah daganganya dengan harga yang tidak murah. dan anehnya tetap aja ada orang yang mau beli.

Nah kalian pernah liat gak kalo di film ikan terbang, kadang ada scene dimana ada pengamen atau pedagang keliling yang menjajakan barangnya diwilayah tertentu, yang padahal di wilayah tersebut sudah ada pedagang lain yang berjualan. Kemudian pedagang yang sudah biasa berjualan itu memarahi karakter utama yang tiba2 aja nyerobot berjualan di area situ. Di film itu kita digiring untuk kasihan kepada si karakter utama karena akhirnya mendapat perlakuan keras dari antagonis seorang pedagang lainya. Kita diperlihatkan seakan akan pedagang itu jahat, keras, dan tidak berperikemanusiaan.

Tapi sebenarnya yang terjadi di lapangan tidak seperti itu. Kita emangtidak bisa membenarkan orang yang melakukan kekerasan. Namun kta juga tidak bisa menyalahkan si abang antagonis yang sudah jualan di wilayah itu sejak lama. Wilayah jualan dia mungkin aja udah dia pertahankan sejak lama, sudah dia beli dengan harga yang sangat mahal, ehh tiba2 ada yang nyerobot, kesel gak tuh.

Kalo udah gini aku bingung sih, mana yang salah dan benar, sebenernya aku sangat nggak setuju dengan sistem penjualan wilayah ini, tapi kalo seandainya tidak ada ketegasan seperti ini, bisa saling bertikai mungkin tuh para penjual keliling, bisa saling bacok bacokan kalo sampe berjualan barang sama di tempat yang sama. Memang perlu adanya sistem/perjanjian untuk mengatur wilayah dan waktu berjualan agar tidak saling bentrok. Tapi kalo sampe sistem/perjanjian tersebut harus di bayar dengan mahar puluhan juta untuk wilayah tersebut, menurutku agak kurang worth it, tapi mau bagaimana pun tetap saja hal hal tersebut tetap terjadi, karena memang pasarna masih diminati.

 

Bagikan

Jangan lewatkan

Alasan kenapa Pedagang jarang ditemui saling berselisih karena bekerja di area yang sama
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.