Glamping
belakangan ini menjadi salah satu alternatif staycation yang cukup popular.
Selain karena harganya yang cukup terjangkau, glamping bisa memberikan nuansa
camping tanpa perlu ribet menyiapkan berbagai hal yang biasanya perlu dipersiapkan
dan direncanakan saat kita camping.
Di bali,
ada berbagai macan opsi untuk glamping, salah satu yang baru saya coba adalah
Richland Bali, yang terletak di area Bedugul di tepi danau bratan dan di
keliling oleh perbukitan. Awalnya cukup bingung menentukan tempat glamping yang
terbaik (yang pastinya sesuai budget). Ada 2 tempat yang waktu itu jadi last
decision kita, yaitu Richland ini dan satu lagi adalah jempana view. Tapi
dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami setuju untuk memilih Richland
dibanding Jempana, Jempana sebenernya cukup OK, sayangnya disana ada beberapa
hal yang sekilas kayaknya bakal bikin kurang nyaman, yang pertama adalah disana
masih menggunakan kamar mandi umum, kemudian disana juga tidak ada room yang included dengan sarapan
(di aplikasi online booking).
Di
Richland ada 3 jenis room/glamping type. Ada yang superior dengan harga paling
murah yaitu 300-400k an, kemudian ada juga yang deluxe, dengan price 400k an,
dan tipe suite sekitar 500k an. Tipe terakhir jelas paling nyaman, tapi sayang,
agak diluar dari budget yang ada, jadinya kita memilih yang tipe deluxe.
Berbekal
dengan video2 yang di share di social media, saya cukup berekspektasi tinggi
dengan Richland ini. Sebelumnya saya udah pernah glamping juga di salah satu
resort di area Malang, yaitu Shanaya, dimana disana saya sangat puas dengan
segala fasilitas dan pelayanan nya, jadi di Richland ini paling tidak saya
merasa bisa mendapatkan pengalaman yang setidaknya serupa mengingat pricing nya
yang juga hampir serupa.
Di hari H
tepatnya di 17 Agustus, kami langsung datang ke lokasi, kami datang sedikit
lebih awal dari waktu chek in yaitu jam setengah 2, yang mana di keteranganya
harusnya cek ini mulai dari jam 3. Disini kami langsung disambut dengan ramah,
dan diizinkan untuk checkin lebih awal.
Tempatnya
tidak terlalu luas, namun ditata dengan cukup apik, disamping front office, ada
kursi2 tempat makan maupun tempat tunggu untuk para pengunjung. Selain itu di
samping Gedung ada jalan setapak yang menuju kea rah area glamping, dimana di
sebelah jalan setapak ada sebuah kolam air, yang sepertinya dibuat untuk
aktivitas memancing. Saat kami datang, ada beberapa pengunjung yang memancing
di kolam tersebut, entah mereka bisa dapeting ikan atau enggak…
Setelah
checkin dan melunasi pembayaran, kami langsung diantarkan ke room, kesan
pertama, waww, rame….. ada pengunjung yang cukup ramai yang bukan hanya
menginap di room saja, tapi juga membawa tenda sendiri untuk menampung tempat
tidur rombonganya. Jadi liburan yang awalnya saya bayangkan bakalan sunyi dan
hening, sudah sirnah.
Agak aneh
sih ya, kenapa ada tenda yang di diriin di depan room orang. Kan jadi nggak
nyaman. Apalagi itu rombongan yang rame banget. Tapi ya udah lahh terima aja. Check
in sekitar jam 3 sore, tapi walaupun begitu, saya datang jam 2 siang, dan tetap
bisa checkin kok, asal kamarnya sudah kosong.
Kelebihan staycation
disini sih, pelayananya cukup baik, ada kue dan minuman di sore harinya. Untuk kamar
deluxe deluxe dan suite nya sudah ada bathub, walau ukuranya nggak terlalu
besar, tapi lumayan buat angetin badan di suasana yang dingin. Trus sempet juga
nggak ada sikat gigi di room, begitu complain, langsung dianterin ke room. Termasuk
breakfast nya, langsung dianter ke room juga di pagi hari. Buat rasa sih, cukup
enak. Nasi goreng, bakso, mie nya, dan kemudian untuk breakfastnya juga
lumayan. Disini juga ada paket grill, kita udah nyoba paket yang 200rb, standar
banget sih, tapi karena pelayananya cukup oke, dan porsinua cukup besar, ya oke
lahh. Untuk pemesanan makanan pun cukup cepet, tinggal wa menunya aja, ntar bakal
langsung dianterin ke room. Oh iya, semua komunikasi ke front office bisa di
lakukan lewat wa.
Untuk minusnya
sendiri juga ada beberapa, yang pertama jelas yang sempat saya tulis diawal, di
saat itu, rame banget, karena sampe ada tenda yang nampang di room orang,
rasanya keganggu banget baik secara visual dan audio nya. Kemudian, banyak
lalat, ada beberapa lumut juga yang nemplek di tenda nya, jadi kesanya kurang
bersih. Aroma di toilet nya juga kurang bagus, harusnya paling tidak ada
pengharum yang tergantung/ otomatis tersemprot.
Taman Dedari, salah satu tempat yang
wajib dikunjungi kalo kalian datang ke bali. Pertama tau tempat ini pas liat
temen yang update story. Selain itu juga, sempet liat salah satu potongan video
wonderfull indonesia yang menunjukkan salah satu lokasi tempat ini di Bali.
Sejak pertama lihat, langsung
terkesan, pemandangan yang unik banget dan bikin penasaran, awalnya sih kirain
ini seperti tempat atau objek wisata kayak GWK gitu sih, tapi ternyata ini ada
di dalam sebuah restoran di area UBUD, Bali. Jadi nggak ada tiket masuknya,
yang penting kita beli aja makanan disana, trus bisa bebas deh sepuasnya foto2
di area taman nya. Bisa aja sih sebenernya, dateng foto2 trus langsung balik,
cuman ya malu lahhh kalo gak makan, wkwk
Dari pintu masuk kita udah di
suguhkan oleh indahnya patung yang memiliki ukiran unik banget, sesuai namanya,
ada unsur2 dedari (bidadari). Saya langsung di sambut oleh pegawai disana yang
menyapa dengan salam kepada kita. Setelah masuk, saya diarahkan ke bagian front
table untuk mengisi buku tamu gitu, disana akan dicatat nama dan asal. Kalo
kalian dateng berombongan, nggak usah khawatir bakal ngantri, ngisi buku
tamunya, cukup di wakili 1 orang aja kok, kayaknya mereka cuman butuh data aja
pelanggan mereka pada dateng dari wilayah mana saja.
Setelah mengisi buku tamu, saya
langsung di arahkan masuk ke dalam area makan, luas banget, memanjang gitu agak
berbentuk sedikit melingkar/ eclips gitu, dimana di tengah2 nya ada patung
dedari yang gedeee banget. Selain itu juga ada beberapa kolam dan patung
bidadari yang lebih kecil di sekitarnya.
Ada beragam jenis meja, ada yang
bundar standar di resto2 lainya, tapi ada juga yang menggunakan kayu memanjang,
dengan ukiran2 di sekitaranya. Ada yang indoor, ada juga yang outdoor tepat di
sebelah taman2 kecil. Pas banget buat yang ingin refreshing menghilangkan
kejenuhan diakhir pekan, apalagi kalo bareng keluarga maupun pacar.
Untuk menunya sendiri, range
harganya mulai dari 40rb an, kemudian untuk minumanya start dr 15rb an (air
mineral), Pilihan makananya cukup beragam, mulai dari bakmi, spagheti, ayam
betutu, nasi goreng, ayam grill, dll. Untuk rasanya sih, ya so so lah,
bergantung selera juga, buat saya sih, nggak ada hal yang menonjol, cukup
standar, menu yang saya pesan, ayam grill, bumbunya agak kurang merasuk gitu ke
daging, cuman sausnya emang enak sih, jadi ya its ok. Sempet nyoba steak nya
juga, kesanya sih sama, agak kering gitu, tapi cukup ketolong sama saus nya.
Cukup worth it banget datang kesini,
perjalanan sekitar 1-2 jam dari pusat kota denpasar, cukup terbayarkan dengan
suasanya resto, pemandangan, beserta pelayanan dari para pegawainya yang sangat
baik. Untuk harganya juga tidak menguras kantong, nggak begitu mahal kok,
soalnya di area kota kan banyak yg lebih mahal dari ini, walaupun yang murah
juga banyak, wkwkwk intinya sih standarlah. Lagian dengan price segitu kita
udah disuguhkan dengan sebuah taman yang begitu indah ini, bukanya itu malah
murah banget kan?
Gunung Abang, dengan ketinggian 2151 mdpl,
merupakan Gunung tertinggi ketiga yang ada di pulau Bali. Gunung ini sudah
mati, jadi pastinya bakal banyak pepohonan sepanjang perjalanan dari bawah
hingga puncak, berbeda dengan gunung aktif yang semakin tinggi, pepohonan akan
semakin berkurang hingga tersisa tanah bebatuan gersang di puncak nya.
Gunung ini memiliki nama yang unik “Abang”
cukup unik sampai saya nggak sadar kalau ternyata ada gunung ini di Bali,
walaupun sudah 20 tahun lebih hidup disini. Ya memang nggak pernah kepikiran
buat naik gunung sih selama di Bali. Perencanaan yang begitu mendadak, yaitu
cuman H- beberapa jam saja, karena penasaran ya udah ikut temen bernagkat, dan
langsung cuss tanpa banyak pertimbangan. Bukan perjalanan pertama, ini
merupakan Gunung ketiga yang saya daki, namun menjadi gunung pertama yang saya
daki di bali. Sebelumnya saya sudah pernah main ke Gunung Bromo dan Gunung
Kelud.
Kami berangkat pukul 10 malam, lebih tepatnya
jam 11 malam kali ya, karena ada kendala ngaret saat kumpul, dimana kami sudah
mengestimasikan untuk sampai di puncak paling lambat2 pas matahari terbit.
Perjalanan dari Kota Denpasar hingga ke gerbang tiket membutuhkan waktu sekitar
2 jam, ada beberapa masalah di ticketing sehingga kita baru bisa mulai mendaki
sekitar jam setengah 2 malam.
Gunung Abang memiliki alur daki yang cukup
curam, setidaknya disaat saya mendaki jalurnya cukup curam, harus memanjat sana
sini untuk sampai ke puncak, penuh perjuangan dan pasti resiko juga, walau
memang nggak sebanding sih kalau dibandingkan dengan gunung2 yang lebih besar
lainya seperti Gunung Agung misalnya. Asal bisa tetep focus dan ngejaga
stamina, harusnya trek ini bisa dilewati tanpa masalah untuk pemula sekalipun,
tapi tetep harus hati2.
Banyak yang mengatakan kalau perjalanan ke
puncak normalnya sih sekitar 3 jam saja, tapi karena banyak temen2 yang
kelelahan di perjalanan, mungkin karena efek curamnya jalur pendakian kali ya,
ditambah banyaknya pendaki dimalam itu sehingga sampe mengantre saat melewati
beberapa tanjakan yang curam akhirnya membuat perjalanan ke atas begitu lama sekitar
4 jam an kali ya, sekitar jam 6 baru kita bisa sampe ke puncak.
Sampe ke puncak, rame banget, udah banyak
pendaki yang stay diatas baik yang baru datang seperti kita maupun yang
bermalam disana dengan membawa tenda. Tepat banget saat saya sampai, matahari pun
mulai memperlihatkan sinarnya. Langit yang awalnya gelap mulai bertransformasi
menjadi sedikit ke kuningan di bagian ujung bumi, masih sedikit memang, tapi
pemandangan saat itu begitu indah. Terbayarkan usaha beberapa jam yang harus
saya lewati untuk mencapai kesini.
Indah kan …. 😊
Dari puncak Abang kita bisa melihat Gunung dan
Danau Batur dengan begitu jelas, Kawah Gunung batur yang cukup besar terlihat begitu
indah dari puncak Abang. Untungnya cuaca sangat baik sehingga nggak ada kabut
maupun hal lainya yang menghalangi pemandangan. Sayang banget puncak Abang begitu
kecil jadinya agak kurang leluasa untuk explore nya. Apalagi saat itu sedang libur
kemerdekaan dan banyak banget yang ada di puncak, social distancing hanya
kenangan dehhh…Seperti kebanyakan pendaki lainya. Di momen
kemerdekaan kmren foto yang wajib diambil itu ya foto megang bendera….
Baru nyadar benderanya nggak berkibar, tapi
tetep bagus lahh
Foto di plang ketinggian gunung Abang juga jadi
spot yang bagus.,,…
Walau nggak banyak spot foto yang unik di
puncaknya, tapi tetep aja perjalanan ini cukup mengesankan, apalagi ini
pendakian pertama saya di Bali, disini juga ketemu banyak temen2 baru, temen on
the spot, yang bahkan saya nggak tau nama mereka semua sebelum akhirnya tau
karena diundang ke grup WA…
Nah ini rombongan teman baru…. Semoga semuanya
selalu diberi Kesehatan ….
Terakhir, saya mau share adalah mengenai
budget. Total budget yang saya keluarkan untuk mendaki Abang adalah 98rb aja. Tiket
masuk waktu itu dikenakan biaya sekitar 15rb+13rb (waktu itu ada sedikit politik
lah, jadi bayarnya dobel), untuk perbekalan (snack,roti,air) sekitar 40rb an,
trus bensin motor 30rb. Karena kita tek tok jadi nggak bawa tenda, jadinya pengeluaran
bisa sedikit dipangkas.
Yang Namanya
area wisata nggak melulu pergi ke tempat yang punya view indah kan? Ke gunung,
bukit, pantai, kebun binatang, atau berwisata ke wahana bermain udah jadi hal
biasaa….. Kebanyakan orang udah pasti pernah kan,…Maka dari itu Kali ini saya mau share
mengenai salah satu tempat wisata yang unik. Cocok banget buat kalian pencinta
suasana horror. Taman festival Bali atau yang biasa disebut TFB, merupakan salah satu tujuan wisata di Bali. TFB berada di Area Padang Galak, Sanur. Dulunya tempat ini merupakan salah satu wahana wisata bermain yang sangat terkenal di Bali, dibangun tahun 1997 tempat ini memiliki berbagai wahana yang sangat menarik di zamanya, seperti teater 3d, kebun binatang, wisata alam, gunung buatan, dll. Hanya 2 tahun saja kejayaan dari TFB, pada tahun 1999, karena ada beberapa masalah finansial, sehingga membuat tempat ini menjadi bangkrut dan terbengkalai.
Kerangka atap masih utuh, namun bagian dalam bangunan telah dipenuhi semak
Dinding yang telah dipenuhi tulisan grafiti
Salah satu lokasi yang bikin merinding
Berarti sudah
hampir 19 tahun TFB mangkrak dan tak berfungsi. Namun megahnya bangunan masih
terlihat dari luar. Tapi megahnya sudah tak sama lagi dengan saat dulu. 19
tahun berlalu membuat sebagian besar bangunan yang berdiri telah rusak, atap2
ada yang hilang, seluruh bagian tembok bangunan sudah ditumbuhi oleh tumbuh
tumbuhan liar. Beberapa bagian bangunan basemant juga telah dipenuhi oleh air,
entah meresap dari laut atau akibat menampung air hujan. Hampir seluruh bagian
tembok bangunan telah dipenuhi oleh grafiti. Kurang lebih seperti itu lah yang
saya lihat saat ini, dari bangunan bangunan yang tersisa saya sedikit bisa
mengerti bagaimana megahnya tampat ini di masa jayanya.
Taman Festival
Bali memiliki area yang cukup luas. Saya cukup dibuat kecapekan saat
mengelilinginya. Ada beberapa area yang menurut saya memiliki kesan sangat
angker, ada beberapa sisi taman yang ditumbuhi oleh pohon yang sangat besar,
pohon2 tersebut di penuhi oleh rumput rumput liar yang melingkar dan beberapa
tumbuhan lain yang saling menyatu membentuk lubang lubang seperti gua, jadi
kayak ada lubang di dalem bangunan. Ada juga beberapa bangunan hampir sebagian
besar di penuhi oleh tumbuhan, dan sangat lembap, juga ada Pura yang biasa
dijadikan tempat sembahyang oleh penduduk sekitar. Daerah daerah tersebut
membuat bulu kuduk saya merinding. Bahkan ketika saya mengambil beberapa take
video di Spot spot tertentu HP saya sempat hang mendadak, kemudian ketika saya
pindah spot normal lagi. Entah itu kebetulan atau memang ada sesuatu yang tidak
mau direkam.
Oh iya, di
dalam TFB dulunya terdapat penangkaran buaya, dan konon katanya tidak semua
buaya telah dipindahkan, jadi kita tetap harus hati hati ya, selain itu kita
juga harus hati hati dengan hewan melata lainya disini. Ada beberapa spot juga
yang mungkin bangunanya agak rapuh jadi hati hati aja ketika berkunjung.
Berikut saya coba share video yang saya ambil ketika saya berkunjung ke Taman
Festival bali pada tahun 2016 dan 2018:
Short video yang saya buat di tahun 2018
Vlog yang saya buat di 2016
Jika di hari
libur, biasanya cukup banyak anak anak muda yang berkunjung ke TFB sekedar
untuk berjalan jalan atau hunting foto. Saat ramai biasanya suasana horror nya
jadi berkurang, tapi biasanya rame nya Cuma disisi depan aja, bagian dalem dan
ada beberapa area tertentu biasanya selalu sepi sih, nggak semua pengunjung
biasanya yang suka ngeexplore terlalu dalam. Tapi saya sarankan untuk datang di
hari normal aja sih, supaya feelnya lebih dapet, selain itu juga kita bisa
lebih leluasa untuk explorer dan hunting gambar.
Buat kalian
tinggal di bali atau akan berkunjung ke Bali, tempat ini sangat cocok untuk
dijadikan sebuah tujuan wisata horror, TFB sangat lah fotogenik atau bisa
dibilang instagramable lah, bukan hanya karena memiliki view alam yang indah,
bangunan yang megah nan mistik, namun juga memiliki berbagai tulisan graffiti
yang artistik, selain itu juga karena TFB berlokasi tepat di sebelah pantai,
maka kita juga bisa menikmati indahnya suasana pantai setelah puas menjelajahi
TFB, dimana lagi coba kita bisa mendapat satu paket komplit wisata seperti ini.
Oh iya tempat ini dijaga oleh penduduk sana, jadi nggak bisa sembarangan masuk.
Kita harus membayar sebesar 10rb perorang sebagai tiket masuk ke lokasi, cukup
murah kan. Juga kita tidak dibolehkan kesana saat malam hari, kalo nggak salah
sih paling sore jam 4 atau jam 5 kita sudah diharuskan untuk meninggalkan
lokasi.
Kali
ini saya akan membahas event D’JAFU. Event ini diselenggarakan oleh FIB
universitas Udayana. Sejak awal sih udah exited banget sama event ini, katanya
ini merupakan event terbesar di Denpasar, bahkan mungkin di Bali. Untuk
mengikuti event ini fee yang dikenakan untuk Event ini dimulai kalo enggak
salah sejak jam 10 pagi hingga jsekitar jam 9 nan, saya juga kurang tau karena
saya nggak ikut keseluruhan acaranya sampai selesai. Acaranya sendiri bukan
diadakan di Universitas seperti event2 univ lainya. Tapi diselenggarain disalah
satu area terbuka yang cukup luas yaitu di kertalanggu. Udah ketebak sih gimana
panasnya kalo dateng ke event siang2. Mungkin di UNUD nggak ada lokasi yang cukup
luas untuk event ini
Area Panggung Kertalanggu, Denpasar, Bali
Pintu masuk depan
Saya
dan rekan saya datang sekitar jam set 2 siang. Waktu itu sih matahari masih
terik banget, awalnya sih saya kira jam seginian bakalan sepi disana,
pengalaman dari event2 sebelumnya sih yang biasanya ramenya sekitar jam 3 an
keatas disaat matahari udah agak turun. Tapi pas nyampe lokasi waaww, diluar
dari pemikiran saya, dilokasi event udah rame banget, parkiran bejibun baik
motor maupun mobil. Ketika kami masuk kedalam lapangan kertalanggu, wahh
ramenya udah ada banyak banget orangnya, hiasan hiasan ala ala khas Jejepangan,
pohon sakura buatan, dan gantungan2 unik terpampang ketika saya masuk kedalam,
aura nya bener bener jepang banget. Dari sini saya udah ngerasa feel better
lahh sama nih event.
Salah satu stan
Masuk
lebih dalam, disana terdapat banyak stan di sisi kiri dan kanan dari lapangan. Mulai
dari makanan, minuman, stan info pendidikan, buku buku, baju, aksesoris, juga
ada stan komunitas. Cukup lengkap sih menurutku. Nggak seperti event lain di
bali, di event ini untuk stan komunitas action figure, bener bener di pampang berbagai
action figure, jadi kita bisa ngelihat dan bisa take foto deh bareng action
figure nya. Stan lainya juga banyak yang menarik minat saya untuk mengunjungi
dan berlama2 di stan, saya banyak melihat buku2 jepang, kemudian ada juga
games, selain itu bagi penggemar one ok rock dan jkt48 juga bisa bergabung
dengan komunitas disana. Bener bener rame lah disana.
Untuk
acara intinya sih seperti event2 lainya, ada beberapa band, ada coswalk, dance
cover, dan lainya. Tapia da salah satu acara yang seru, yaitu flashmob. Awalnya
sih saya kira cuma dance biasa aja dari mascot, tapi lama kelamaan, panitia
pada ikut juga, music pun berubah ke lagu “fortune cookies nya Jkt48” makin
banyak orang yang ikut dance, salah satu rekan saya pun juga ikut gerakanya,
pada akhirnya saya pun ikut, hehe. Seru banget lahh pokoknya. Di
event ini saya udah nggak banyak foto2 bareng cosplayer lagi. Saya melihat sisi lain dari sebuah event, saya rasa saya sudah semakin dewasa, hhe. Melihat antusiasme dari para pengunjung yang luar biasa membuat diri saya merinding. Saya pun ikut terbawa suasana, berkeliling di event ini mencari raut raut yang tak pasti, hehehe
Si Ais dan Falen
Rekan Galleard, bareng si marshmellow, hehe
Nah ini
Salah satu action figure yang dipajang
Performs cosplayer
Met wth old friend in there
MC
Cosplayer
Native Jepang yang ramah banget
Antusiasme pengunjung
Taraa..... Guest Star di Event ini
Nggak salah lah kalo ini dibilang event terbesar di Bali. Walaupun
mungkin memang jika saya bandingkan dengan beberapa event di area Jawa masih
sedikit kalah, tapi untuk ukuran event di bali ini sudah sangat bagus banget.
Kemudian sorenya ada pertunjukan tradisional jepang, seperti tarian2 gitu, kurang
tau juga sihh, tapi pertunjukan ini jadi penutup yang seru buat saya, bagus
banget performnya, anak2 kecilnya lucu2. Sebenarnya bukan penutuo event sih,
masih ada lagi acara setelahnya cuman saya udah harus pulang, karena masih
mengemban tugas berat dari Hokage, hhe. Yup saya nggak ikut eventnya sampai
malam, so saya nggak bisa nyeritain gimana acara malemnya. Buat temen2 yang
pengen liat lebih jelas gimana sih D’JAFU itu bisa liat nih video yang saya
buat dibawah:
Di
event ini, menurut saya sih pengunjungnya ramai banget kayak event di Egao
Matsuri STIBA, trus untuk performance dari cosplay dan band nya bagus banget
mirip dengan di event di Seishun No Matsuri. Bisa dibilang event ini mungkin
seperti gabungan dari event2 besar di Bali. hehe ini Cuma pendapat pribadi saya
sih… berhubung ini merupakan event dengan tema festival jadi saya membandingkan
dengan event2 festival juga. Di Bali sendiri banyak event2 jejepangan yang
walaupun nggak bergenre real festival, tapi juga seru seru kok. Nah event ini
merupakan salah satu referensi bagi temen2 di Bali maupun di Luar bali yang
suka dengan dunia Jepang, ataupun para otaku dan hikikomori pas banget nih,
kalo kalian lagi ada di Bali bisa datengin nih event, Event ini biasanya
diadakan di bulan November setiap tahunya. Untuk info event2 lainya klik link
disini EVENT JAPANESE FESTIVAL DI BALI
Event lama yang udah pengen banget ngulas
namun belum sempet. Salah satu event yang menurut saya unik. Event yang
menggabungkan 2 kebudayaan, budaya yang beberapa tahun belakang ini sangat
digandrungi masyarakat di Indonesia, yaitu Korea dan Jepang. Saya sendiri
kurang begitu memahami kebudayaan korea, saya datang ke event ini karena
tertarik ke event jejepanganya. Awalnya saya kira eventnya bakalan diadaain di
dalem sebuah Mall, tapi ternyata didalem sebuah ruangan gedung, jadi sejenis
Hall gitu lah.
Kalo di dalem gedung seperti ini ada banyak
hal kelebihanya yang saya suka. Pertama
kamar mandinya mewah, hhe, beberapa event yang diadakan diluar gedung biasanya
kurang memperhatikan fasilitas kamar mandi, tapi kalo di dalem gedung nggak
perlu khawatir lagi. Kedua Konsep
yang bisa terfokus, jelas banget kalo event ini memang bukan event yang
ditujukan untuk menuntut timbal balik respon dari pengunjung, sebaliknya di
event ini memang pengunjung lebih di sodorkan suatu penampilan yang ada di
panggung, dengan system pencahayaan yang baik dan terfokus, maka pengunjung mau
nggak mau pasti akan terfokus dan bisa menikmati show lebih baik. Ketiga pembagian antara tempat show dan
ruangan untuk pameran merchandise dan stan makanan diatur sangat rapi, mulai
dari di teras, di lantai 1, di lantai 2, dan bahkan ada lantai yang tidak
digunakan di lantai 3 yang banyak dipake oleh pengunjung untuk beristirahat. Keempat di dalam gedung dengan kondisi
suhu yang nyaman dan efek pencahayaan yang tidak terlalu terang ngebuat penampilan
dari performer dan pengunjung tetap terjaga kegantengan dan kecantikannya
sepanjang hari, karena jarang keluar keringat, hha. Kelima panggung di desain apik sehingga performer bisa memberi
pertunjukan terbaik apalagi dengan bantuan proyektor dan speaker yang bagus. Keenam dan lain lain. Kalo untuk
kekurangan di dalem gedung kayak gini sih sebenarnya paling cuman ukuran
ruangan yang terbatas aja, ada saat dimana pengunjung penuh sehingga ruang jadi
terlihat sesak.
Overall keren banget acaranya. Acara sih
berfokus ke Coswalk dan dance competition, juga ada beberapa perform lain,
seperti music, dll. Konsepnya keren, ruanganya juga bagus look luxurious gitu,
penontonya rame dan nggak rusuh. Penampilan semua cosplayer bener bener
menghibur. Dancer nya juga bagus banget. Kebetulan di event ini sempet bikin
dokumnetasi video, yuk nonton aja dibawah:
Menghibur banget lah event ini, event
singkat yang bisa meringankan duka lara yang terpendam selama beberapa waktu,
hhe. Awalnya sempet ngira kalo event ini bakal besar banget, dan luas banget
serta didatangi ribuan pengunjung. Tapi begitu dateng ke lokasi ehh ternyata konsepnya
nggak sebesar yang saya duga, namun konsep kayak inilah yang saya suka, simpel
dan tujuan dari event bener bener bisa sampai ke pengunjung, pengunjung bukan
hanya dari kalangan tertentu atau komunitas tertentu yang saling mengelompok.
Di event ini orang orang bisa berbaur, itu yang saya suka di event ini.
Japan festival merupakan suatu event
yang mulai berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Pertama kali gue mengikuti
festival Jepang adalah di event Isshoni Tanoshimassou IX yang diselenggarakan
oleh FIB Universitas Brawijaya, Malang 2 tahun lalu, yaitu pada 2014. Setelah
itu beberapa festival serupa gue ikutin selama gue jadi mahasiswa, yaitu
Daisuki di UMM, ITX di UB, Misaki Matsuri di SMAN 1 Malang, Shibuya Days di
MATOS, serta Isshoni Takashimasou yang juga di Malang tepatnya di Taman Krida.
Namun bukan event-event tersebut yang akan gue bahas disini. Event tersebut
mungkin akan gue bahas lain kali.
Semenjak gue Wisuda dan balik ke Bali, gue kira festival maupun event2
budaya nggak akan bisa gue lalui lagi, karena jalan pemikiran gue pasti akan
berubah, lagian event2 seperti iitu setau gue tidak terlalu populer di Bali.
Ternyata itu semua salah, beberapa
bulan awal tahun 2016 memang gue nggak denger wara wiri mengenai event2 apapun,
Namun pada akhir bulan April gue dapet kabar dari social media bahwa akan ada
japan festival pada awal bulan Mei 2016. Yoshhh….. tanpa pikir panjang gue
langsung ngajak temen gue yang juga suka anime untuk nyoba dateng ke acara itu,
Whattss!!! Gue kaget banget harga tiketnya 40rb apa 45rb gitu yg OTS …. BBrrbrbrbrb perasaan gue
event di malang itu paling mentok juga 15rb, kebanyakan gratisan malah…. Ya
udahlahh sikatt aja jarang2 juga. Dari event ini gue akhirnya menyadari bahwa
Bali juga mempunyai passion yang lumayan tinggi mengenai dunia Jejepangan, di
Bulan itu juga beberapa event lain diselenggarakan, dan event event tersebut
selain mengobati rasa kangen gue terhadap Japan festival dan dunia cosplay juga
memberikan pengalaman yang luar biasa dalam kehidupan gue di Bali J, akan gue bahas satu-satu event yang
gue ikutin dibawah , Yuk scroll :
1.Seishun No
Matsuri
Event tahunan yang diselenggarain sama Kampus SPB-STPBI, kalo nggak salah
tahun ini merupakan event yang kedua. Umur event nya masih seonggok jagung sih,
jauh kalo dibandingkan dengan event seperti Isshoni Tanoshimassou atau Daisuki
di Malang. Tapi suasananya nggak kalah loh dengan kedua event itu, euphoria
peserta lomba dan suguhan tampilan yang diberikan juga kereenn (walaupun nggak
semuanya tampil baik). Selain itu juga di event ini selalu menghadirkan Guest
Star berkelas yang luar biasa, di tahun ini Bintang utamanya Kak Angie asal
Malaysia. Nggak usah diragukan dehh, kawaiii ne….. TOP dah pokoknya… Selain itu juga ada kak
Jeannice dan kak Konnichi sebagai guest star lainya. Satu hal agenda acara yang
belum gue temuin di Malang, yaitu acara Bon Odori J. Saat malam hari, hampir di
penghujung acara, terdapat agenda yang namanya Bon odori, jadi Bon Odori itu
semacam tarian khas Jepang gitu, kita pengunjung peserta lomba, panitia,
semuanya dehh ikut bergabung menari bersama diiringi tabuhan tabuhan khas
jepang dan tarian tarian yang dibawakan oleh gadis kawai beryukata… suasanya luar
biasa banget. Sayangnya waktu itu dipertengahan tarian rada gerimis gerimis
gitu, tapi nggak menyurutkan semangat pengunjung untuk meneruskan tarian,
kebetulan sempet ngerekam make hp Sony ericsson jadul, hehehe.
Namun walaupun banyak hal positif yang mengangkat popularitas event ini,
ada beberapa hal yang menurut gue masih belum maksimal. Kalo dari Stan-nya,
lumayan lengkap sih, mungkin ini event dengan stan yang terlengkap yang pernah gue
kunjungi di Bali (gue belum membandingkan dengan event D’Javu yang katanya
terbesar di Bali). Terdapat stan makanan dan minuman baik khas jepang maupun Indonesia,
ada juga stan aksesoris dan baju baju Anime, dll. Namun di kepala gue masih ada
yang kurang disini. Mmmmm ….. iya disini nggak ada stan game ataupun agenda
game interactive yang dapat dimainkan oleh pengunjung, baik game2 modern maupun
game tradisional, gue jadi ingat ketika gue ke IT di Kampus UB, gue bareng
temen2 terhanyut dalam permainan khas festival jepang, kita berlomba melempar
bola ke kaleng, menangkap ikan dengan jarring kertas, adu pukulan dengan
senjata plastic untuk memperebutkan poin dan lainya…. Keseruan2 yang mulai
jarang ditemui di zaman modern ini. Sayangnyaa…. Selain itu, ketidakadaan
Obake, Maid Café, pajangan kesenian khas Jepang, Yukata, dan kurangnya peran
Guest Star bagi pengunjung membuat event ini terasa sedikit hambar, gue sebagai
murni pengunjung dipaksa untuk melihat ke arah pangguung karena tidak ada
pilihan hiburan lain yang bisa dinikmati, untungnya cosplayer yang hadir (baik
peserta lomba maupun yg hanya hobi) lumayan banyak, so jadi ada kegiatan lain
lahh selain mantengin panggung, hehehe.. Satu lagi tidak maksimalnya
performance dance cover menurut gue merupakan hal yang merugi, di tanah
seberang sana (event yang pernah gue datangi sebelumnya), dance cover merupakan
salah satu daya Tarik pengunjung yang luar biasa. Dance cover biasanya menarik perhatian
para wotage sehingga ketika para dance cover tampil, terdapat pemandangan para
wotage yang bersorak luar biasa sambal membawa tongkat yang menyala didepan
panggung, gue bukanlah seorang wotage tapi gue seneng aja ngeliat antusiasme
para pengunjung yang luar biasa, hehehe hal ini yang nggak terlihat di event
ini. Masih ada beberapa hal sih yang menurut saya belum maksimal, tapi gue rasa
panitia pasti juga udah memikirkanya. Mungkin emang event ini memiliki tujuan
lain dalam penyelenggaraanya sehingga beberapa hal memang sengaja diabaikan,
hehe. But overall event ini seruu kok, dukungan lingkungan yang bagus, terdaat
banyak spot foto yang keren membuat event ini terasa lebih menarik. Untuk event
yang masih berumur 2 tahun, ini merupakan prestasi yang luar biasa lohh, ketika
gue bertanya ke beberapa cosplayer yang saya temui, mereka mengatakan bahwa
Seishun No Matsuri merupakan salah satu event terbesar di Bali, Woowww, that’s
so good I think, dan gue bangga paling nggak sudah pernah merasakan event ini
walaupun hanya baru satu kali.
Salah satu stan yang menarik perhatian gue
Performance dance cover
Keseriusan juri (Guest Star) dari belakang
Antusiasme para cosplayer yang ikut berpartisipasi
Kemeriahan Bon Odori di Malam Hari
Selain itu juga yang penasaran bagaimana performance dari para cosplayer di Seishun no matsuri, streaming aja video dibawah ini:
Single Performance
Grup Performance
2.Egao
Matsuri STIBA
Event tahunan yang diselenggarain oleh STIBA Saraswati. Event ini
berlangsung selama 2 hari, hari pertama lebih berfokus pada lomba lomba, dan
pada hari kedua nya event yang sebenarnya di mulai. Katanya sih salah satu
event besar juga, tiketnya murah, cuman 15rb doang kalo nggak salah. Di poster
dan di tiketnya terllihat event ini menyuguhakan berbagai macam lomba dan
berbagai macam agenda. Gue awal nya sih underestimated pas ngelihat harganya,
but pas gue liat posternya Mmmmm kayaknya nggak ada salahnya untuk nyoba ikut
event ini. Gue dateng agak siangan bareng temen gue, pas gue dateng gue
langsung disuguhin performa yang luar biasa pas itu lagi tampil grup cosplayer
yang nampilin pertarungan si Choji karakter di Naruto, gue langsung tertarik
untuk ngelihatin performnya. Mungkin bukan performnya yang bener-bener bagus
tapi euphoria penonton nya yang luar biasa, banyak banget (mungkin karena harga
tiketnya yang nggak mahal yak), ditambah matahari yang sedang teriknya waktu
itu keringat gue mengucur deras membuat tubuh gue terlihat lebih macho (baca:
ngglingseng).
Overall sih Egao Matsuri ini lumayan kerenn, Stan yang disuguhkan
sepertinya nggak lebih banyak dari Seishun No Matsuri, namun ada beberapa stan
yang gue suka disini, yaitu stan Pendidikan dan stan Yukata. Stan pendidikan
(Daruma Education) ini memberikan informasi bagi pelajar yang ingin melanjutkan
studinya di Jepang, jadi selain hiburan festival, event ini juga mendukung
pelajar yang ingin serius untuk melanjutkan studi ke Jepang dengan mengundang
Daruma Education mengisi Stan mereka. Untuk stan yukata yahh tau sendiri lahh, bagi
yang pengen foto pake Yukata bisa kesini. Selain itu ada juga Obake, terus
komik komik hasil lomba yang dipajang di pintu masuk, Photoboot berbentuk
Instagram juga bener bener memberikan daya Tarik bagi pengunjung. Hal lain yang
saya suka di event ini adalah terdapat performa nyanyian yang kayak paduan
suara gitu berbahasa Jepang yang dibawakan oleh Ibu2 Pkk ehhh, Entah oleh siapa
mereka, but performa mereka di sela sela kejenuhan agenda event memberika ice
breaking yang menenangkan, terutama bagi mereka
yang Bener bener tertarik dengan dunia jejepangan gitu. Salah satu lagu
yang dinyanyikan yang masih saya ingat adalah lagunga AKB48 yang judulnya
365hari, keren banget ketika mereka nanyiin, salut dahh pokoknya.
Hal lain yang juga gue suka adalah disini juga kita bisa nonton event
dari lantai 2 maupun lantai 3 dengan naik ke ruang ruang kelas disana, gue kan
jadi bisa bebas nonton acaranya dari berbagai sudut pandang, selain itu juga
misi stalker juga bisa berjalan lebih lancar, hehehe. Ketika menjelang petang
juga terdapat perform dari adek adek kawai yang membawakan tarian2 campuran
traditional dan modern, wahhh seru mereka narinya. Malemnya ada Bon Odori juga,
tapi gue nggak ikutan karena ada band band yang nggak berbau Jepang yang
perform sebelum bon Odori berlangsung, yang menurut gue hal tersebut sedikit
menurunkan kesan jepangnya, gue sendiri sedikit terganggu dengan perform
tersebut, dalam pikiran gue ketika gue menghadiri event jepang, gue ingin benar
benar menenggelamkan diri dalam lautan jejepangan dan tidak ingin diganggu oleh
lautan lainya. Karena yg lainya akan memiliki waktu sendiri untuk gue arungi.
Selain itu juga gue udah capek banget, dan sebagian cosplayer juga sudah
menghilang entah kemana, suasanaya sedikit berubah ketika petang dating.
Satu hal yang gue rasa sedikit aneh, entah karena cosplayer yang dateng
jumlahnya sedikit atau memang pengunjung yang dateng terlalu banyak, gue kurang
gitu ngerti yang pasti menurut gue komposisi ini sedikit kurang pas. Beberapa
aspek yang belum maksimal di Seiushun No Matsuri juga terjadi di event ini.
Selain itu juga di event ini nggak ada Guest Star yang bener bener besar
seperti di Seishun no Matsuri, Kayaknya konsep awal dari event ini adalah
menjangkau dan menyebarkan kesenangan mengenai dunia Jepang kepada banyak
kalangan masyarakat, dan gue rasa konsep ini berhasil, pengunjung yang hadir
sangat banyak dan dengan harga 15rb, event ini cukup memuaskan. Satu hal sih
yang memberikan nilai tripel minus di dalam diri gue, yaitu kamar mandinya, memang
gue dateng di event ini bukan untuk mengunjungi kamar mandi, tapi bukan berarti
gue nggak mendatangi kamar mandir, kondisinya yahhh nggak perlu dibahas lahh,
selain itu juga bahkan beberapa panitia yang gue tanyai pun nggak paham mengenai
denah acara mereka, posisi dan letak kamar mandir, Whattsss….. Waktu briefing
harus lebih dipahami yaaa, hehehe J, But pada akhirnya gue bilang event
ini keren, banyak hal positif yang gue dapatkan dari event ini, dan gue juga
bertemu dengan orang orang hebat di Event ini.
Buku yang saya dapatkan dari stan Pendidikan
Suasana ketika band menyanyikan lagu "Haruka Kanata"
Gue foto bareng Cosplayer Kawai :)
Ini yang gue bilang perform nya Ibu2 yang keren
Gue bareng beberapa cosplayer
Nih video yang gue dapetin di youtube, berisi overall keseruan acara di Egao Matsuri Stiba :
3.J’Fest
Stikom
Event yang diselenggarakan oleh STIKOM, salah satu Kampus swasta yang
berbasis computer, sebenernya gue sendiri nggak tau kenapa kampus yang berbasis
computer seperti STIKOM mengadakan event Jejepangan seperti ini, yang biasanya diadakan
oleh kampus yang memang memiliki kelas Bahasa. Gue sih nikmatin aja,
hahahahaha. Kata sepupu gue ini merupakan event Jepang pertama kali yang
diadain oleh STIKOM (kebetulan seupupu gue anak STIKOM). Seperti biasa gue
dapet kabar mendadak kalo bakalan ada event ini dan ternyata FREE… Hahhhh freee
tanpa pikir panjang gue langsung koordinasi dengan temen temen gue dan kangsung
membuat rencana untuk dapet ke event tersebut. Kali ini gue pergi berempat,
kita dapet satu tambahan temen baru, dia ikut ke event rencana awalnya sih mau
nyari aksesoris anime, so pas kita nyampe kita langsung Hunting aksesoris ke
Stan-stan yang disediakan. Kita jalan keliling, dann Hahhhhh gue tercengang
nggak ada stan aksesoris maupun baju baju disini…. Yang ada cuman stan food and
baverage doing, ada satu stan pendidikan (Daruma Education) yang nyangkut
diantara stan stan makanan tersebut. Mungkin ada stan stan lainya tapi gue
nggak paham, yang pasti apa yang kita cari nggak ada disana. Baru 30 menit saya
sudah menemukan nilai minus di event ini.
Sebenarnya event ini cukup menarik, dengan didukung gedung stikom yang
bagus, namun hanya terdapat beberapa hal yang kurang maksimal disini. Saya
melihat antusias cosplayer tidak sebanyak dan seramai di event event lainya,
mungkin karena penyebaran informasi yang belum maksimal. Disini terdapat obake
yang gue rasa sudah baik, terdapat pula games games kartu-kartu-an namun
….%$^&#%&#%^# tidak perlu saya bahas lahh panitia pasti sudah paham
maksud saya, hehehe, Satu hal yang saya sedikit kecewa, yaitu terdapat salah
satu band yang diundang untuk mengisi acara namun menyanyikan lagu jepang
dengan cukup “FAIL”,……. Selain itu juga di poster di tulis kalo Kak Desi Narita
bakalan dateng sebagai salah satu Guest Star, tapi pas hari H, huhuhu gue nggak
ngelihat tuh kehadiran Kak Desi, mungkin kak Desi hadirnya di hari pertama,
sedangkan gue hanya hadir di hari kedua.
Di event ini entah karena factor apa, gue nggak begitu focus dengan inti
acara, gue lebih menyibukkan diri dengan taking video bareng temen temen dan
cosplayer yang ada disana, gue juga menikmati gedung stikom disetiap lantainya,
gue lebih tertarik mantengin gerak gerik para pengunjung dan cosplayer
ketimbang inti acaranya, hehehe, Gedung STikom cukup bagus, kamar mandi yang
cukup bagus, terdapat fasilitas yang lengkap, Mushola pun tersedia di gedung ini.
Gedung ini sendiri merupakan daya Tarik pengunjung. Jika dilihat secara
keseluruhan, sebagai First event, gue rasa event ini berjalan dengan cukup
baik. Walaupun terdapat berbagai atau bahkan mungkin banyak aspek yang belum
maksimal gue rasa itu wajar dalam penyelenggaraan sebuah event.
Performance dari salah satu Guest Star
Foto bareng temen2, kebetulan ketemu temen SD di sana
No Caption
Para rekan rekan Galleard :)
4.Bali Youth
Festival
Sebenernya ini bukan resmi japan festival sih, lebih ke arah kompetisi
bakat aja, karena disini nggak Cuma cosplay aja, tapi ada perlombaan perlombaan
lainya, jadi gue nggak akan banyak komen. Event ini dlaksanakan di salah satu
Mall di daerah Kuta Bali. Suasanya Mall membuat proses ketika lomba berlangsung
menjadi sangat nyaman (tidak panas), cosplayer yang hadir pada event ini juga
cukup banyak. Yuk liat vlog dibawah ini aja kalo penasaran dengan perform
cosplayer-cosplayer Bali di event Bali youth Festival J
Kemeriahan para cosplayer yang hadir di event ini
Oke done sudah seluruh review gue, di
artikel ini gue nggak ada niatan untuk menjatuhkan event apapun, di artikel ini
gue cuman pengen menyampaikan apa yang
saya rasakan secara subjektif ketika saya menghadiri sebuah event sebagai pengunjung.
Bukanya pengunjung/pembeli adalah RAJA yaa… maka gue punya hak dong memberi
masukan sebagai seorang Raja. Oh iya sebenernya ada hal yang masih belum gue
pahami, yaitu apa sih peran Guest Star? Apakah guest star itu peranya sebagai
Juri? Atau kah seharusnya yang namanya guest Star itu musti Perform? Sebenernya
saya lebih suka pernyataan kedua gue sih……. Masih belum tau jawabanya….
Pada
dasarnya setiap event memiliki kelebihan masing masing, gue ngebahas disini
karena gue tertarik dengan event2 ini dan gue berharap kedepanya event2 ini
bakal terus berlangsung hingga puluhan bahkan ratusan generasi. Ohh iya sebenernya
ada satu event lagi yaitu “Cosunite” tapi gue nggak dateng ke event tersebut,
jadinya nggak gue review disini. Dan juga dalam waktu dekat setelah Lebaran
bakalan ada event “JAPAN KOREAN FESTIVAL” dan juga “D’JAVU”, kedua event tersebut
isunya bakalan jadi salah satu event besar dan seru sepanjang tahun ini, gue
nggak tau juga sihh, semoga aja gue masih dikasih kesempatan untuk mengikuti
event2 tersebut. Kedepanya mungkin gue akan ngebahas atau ngereview event2
dalam bentuk vlog, yahhh liat aja nantilah, hehehe …..