Showing posts with label Jepang. Show all posts
Showing posts with label Jepang. Show all posts

Tuesday, August 17, 2021

Informasi Study ke Jepang 2021 - Study in Japan by Jasso

 


Pandemik Covid yang nggak mereda hingga saat ini sepertinya membuat JASSO mengadakan pameran Pendidikan di tahun ini dengan cara LIVE. Sisi positif nya bakal bisa dengan mudah diakses oleh semua orang karena nggak perlu datang langsung ke lokasi event, tapi dampak negatifnya ya eforia nya nggak akan seperti kalo kita langsung datang ke lokasi buat ngobrol langsung dengan utusan dari setiap universitas. Buat temen temen yang mau join, langsung aja mampir ke link ini HALAMAN JASSO

Di link diatas juga kalian bisa ngeliat Universitas apa aja yang ikutan di event ini beserta jadwal lengkap kapan setiap universitasnya mengisi live session.

Jasso sendiri ini merupakan sebuah organisasi yang selalu mendukung Pendidikan khususnya abroad. Jasso setiap tahunya selalu mengadakan event2 maupun seminar yang menghadirkan puluhan hingga ratusan orang utusan dari universitas universitas jepang yang dihadirkan secara langsung ke negara tujuan, seperti Indonesia. Saya sendiri pernah sekali dateng ke seminarnya, amaze banget dimana kita bisa berkumpul di tengah prang prang dengan minat yang sama, trus juga kita bisa langsung mendapat informasi langsung dari orang dari institusi atau universitas yang bersangkutan. Untuk cerita lebih lengkap pernah saya buat di artikel ini

https://ardfootprints.blogspot.com/2017/09/study-in-japan-fair-by-jasso.html

Sebagai note tambahan, buat yang mau ikutan minimal harus tau Bahasa inggris ya, soalnya dulu waktu saya dateng ke seminar, orang2 nya orang jepang asli dan kita ngobrolnya pake Bahasa inggris atau jepang. Jadi persiapan aja. Tapi untuk system live nanti kurang tau juga, Bahasa yang dipake apa, trus apakah ada subtitle nya langsung atau translator nya apa enggak. Kalo misalnya ada, ya bagus dehh…

 

Baca selengkapnya

Sunday, May 2, 2021

Drama Influence, Kisah kelam tentang Persahabatan

 


 

Kalo membicarakan mengenai film atau drama yang dibintangi oleh Kanna Hashimoto, nggak aka nada habisnya. Gadis yang disebut hanya lahir 100 tahun sekali ini emang udah banyak membintangi film maupun drama. Udah hal biasa kalau kita ngeliat drama baru atau film yang dibintangi oleh Kanna, saya udah nggak gitu antusias lagi sih, karena udah biasa gitu. Tapi Influence berbeda, dari synopsis, maupun cuplikan trailer yang ada sangat berbeda dengan drama-drama pada umumnya. Bukan genre tentang perjuangan meraih mimpi seperti Haruchika, bukan romantic seperti kiis me at the stroke, bukan pula komedi seperti Gintama, bukan juga Fantasy seperty Saiki Kusuo. Saya nggak tau harus bilang genre nya aa, tapi rada misteri, suram, kelam, gelap, tapi bukan thriller, bukan horror, entah lahh. Tapi kalo buat yang udah pernah nonton film/drama/anime Boku Dake ga Inai Machi, nahhh kayak gitu.. Emang sejak dulu suka banget dengan yang model model gini.

Influence menceritakan hubungan antara 3 orang sahabat, ehh lebih tepatnya si Yuri yang punya teman masa kecil yaitu Satoko, dan Yuri juga yang bersahabat dengan Maho sejak SMA, karena hubungan ini walau Satoko dan Maho nggak akur tapi mereka tetap saling terhubung. Mereka saling melindungi satu sama lain dengan cara yang tak terduga, untuk itu berbagai halangan pun mereka singkirkan demi bisa saling melindungi. Cara yang digunakan itulah yang membuat drama ini berjalan suram dan kelam.

(Disclaimer, paragraph dibawah ini udah Spoiler)

Satoko sudah lama nggak berhubungan dengan Yuri karena di masa lalu ada sesuatu yang menimpa Satoko tapi Yuri menghindar karena suruhan orang tuanya agar tidak terlibat. Namun keduanya masih sering memperhatikan satu sama lain, Yuri yang mempunyai sahabat baru yaitu Maho, Satoko juga mempunyai Pacar dan kehidupan sendiri. Suatu Ketika Ketika di jalan Maho diserang oleh Om Om hidung belang, yuri yang mengetahui itu pun membantu dan tanpa sengaja menusuk si Om Om hingga terjatuh, mereka berdua pun lari. Satoko yang melihat kejadian dari kejauhan mengetahui kalo si Om masih belum Mati, karena khawatir nanti yuri akan dilaporkan akibat penyerangan, Satoko pun membunuh Om Om itu kemudian menyerahkan diri ke Polisi menggantikan Yuri. Setelah kejadian ini selama masa penahanan Merek bertiga saling berpisah.

Setelah terbebas, Satoko meminta bantuan Yuri untuk melenyapkan Kakeknya yang sudah sejak kecil melecehkan Satoko, Dia tidak bisa melakukan sendiri karena pasti akan ketahuan. Akhirnya Yuri mengiyakan. Yuri gagal melakukan percobaan pembunuhan pertama kali. Maho yang tau hal itu pun, membunuh Kakek Satoko menggantikan Yuri, karena tidak ingin yuri terlibat. Ejadian ini taka da yang tau, karena Maho yang tidak memiliki motif serta Satoko dan Yuri yang memiliki Alibi sempurna. Mereka bertiga pun saling berpisah lagi.

Pembunuhan ke3 pun sama, Kali ini Yuri yang membunuh suami Satoko, karena permohonan dari Maho yang tidak bisa melihat Satoko dan Anaknya tersiksa, Maho tidak bisa melakukan sendiri karena dia sebagai pemilik bangunan memiliki motif yang bisa dicurgai. Disisi lain Yuri sama sekali tidak memiliki motif pun membunuh orang itu. Setelah kejadian, mereka berpisah lagi.

Akhir dari story ini bener-bener dikemas dengan baik, Saya yang ikut terbawa suasana saat nonton sampe nggak bisa berhenti, karena cumin 5 episode juga jadi terus marathon nontonya.Cukup fresh dimana belakangan ini kebanyakan genre nya romance mulu, sampe bosen nonton, tapi ini menyajikan sesuatu yang menurut saya layak di tonton sebagai hiburan. Tapi sangat tidak disarankan untuk ditonton oleh bocah2 yang masih labil yaa, takutnya disalahgunakan sebagai pembenaran, dimana membunuh untuk persahabatan, kita bisa menikmati drama ini as hiburan, yang menceritakan tentang kemanusian dan persahabatan di dalamnya, tapi bukan berarti bisa diterapkan di kehidupan nyata.



Baca selengkapnya

Saturday, July 4, 2020

Kata – kata bisa membunuh orang lain – Cerita tentang seorang Guru yang menyandra 30 muridnya



3 nen gumi, salah satu drama yang punya story unik. Awalnya kurang begitu tertarik menonton drama ini karena udah terlalu jenuh menonton drama atau film yang bertemakan sekolahan. Tapi karena rekomendasi dari teman, ya udah lanjut aja nonton, paling nggak liat bagian awalnya dulu deh kalau udah nggak sesuai ekspektasi ya udah berhenti. Tanpa tau bagaimana sinopsisnya, trailer, apalagi reviewnya, berangkat dari situ saya menonton drama ini.
Di episode awal drama ini menceritakan mengenai seorang guru yang sepertinya kurang begitu dihargai oleh murid2 nya, yaitu Ibuki Hiiragi. Guru ini terlihat agak kesal sehingga sepertinya sedang merencanakan sesuatu yang cukup unik. Ibuki meledakkan Gedung sekolah dilantai 3 sehingga akses dari lantai 3 ke lantai lainya tertutup, setelah itu Ibuki mengungkapkan bahwa dia menyandra semua murid di kelas tersbeut.
Awalnya saya kira drama ini akan menjadi cerita thriller, dimana seorang guru yang tidak dihargai ingin membalaskan dendamnya ke para siswa, tapi perlahan ibuki mengungkapkan kalau dia ingin mencari penyebab kematian dari seorang siswa yang dulunya berada dikelas itu juga. Agak diluar perkiraan saya, namun di awal awal episode saya masih menganggap ini bergenre thriller. Apalagi Ketika seorang siswa di tusuk oleh ibuki di depan para siswa lainya. Ibuki juga sudah menyatakan perang ke para polisi.


Setiap pagi Ibuki selalu memulai kelas dan memberikan sebuah case yang harus diselesaikan baik oleh para murid ataupun polisi di luar kelas. Semua case harus diselesaikan jam 8 malam, dan jika tidak diselesaikan maka akan ada murid yang menjadi korban.satu persatu case telah dipecahkan hingga suatu hari terbongkar kalau Ibuki tak pernah membunuh satu murid pun. Ibuki juga pada akhirnya mengungkap kan tujuan ke para murid2 nya dan mengajak mereka untuk bekerjasama dengan Ibuki untuk berpura2 tetap disandra. Ibuki juga menyatakan bahwa hidupnya tak akan lama lagi dan ini merupakan hal terakhir yang ingin dia lakukan sebagai guru. Dari sini saya sadar kalau ini buka thriller lagi, tapi sebuah drama biasa namun saya yakin didalamnya ada banyak misteri yang bisa memberi kita, si penonton, sebuah inside,
Hingga suatu saat terungkaplah bahwa dalang dibalik kematian Kageyama, adalah dari video yang disebar di sosial media dan video itu ternyata dipesan oleh seorang guru dari sekolahnya sendiri. Ibuki membuat rencana agar guru tersebut terjebak dan menyadari bahwa semua yang dilakukanya salah. Tak cukup disitu, Guru yang memesan dan menyebar video tersebut memang memicu stress yang dialami kageyama, tapi dia bukanlah pembunuhnya. Banyak banget intrik internal antara Ibuki dan para muridnya, dimana setiap Ceramah yang dikeluarkan dari mulut Ibuki membuat saya terangguk, dan berkata bener juga yaa…
Di scene akhir diungkapkan, kalau pembunuh kageyama adalah Netizen, netizen yang suka menilai sesuatu seenaknya bahkan tanpa adanya bukti jelas. Setiap hinaan di sosial media itulah yang sangat menekan kageyama dan membuatnya tak tahan sehingga memutuskan untuk bunuh diri. Seorang gadis yang terlihat kuat dan selalu tersenyum bahkan sangat berbakat di bidang olahraga bisa sangat putus asa hanya karena sebuah kata kata. Kata kata bisa membunuh orang, itu sih inti dari yang ingin disampaikan Ibuki kepada semua murid dan juga pada masyarakat.


Nggak ada hal romantis di drama ini, nggak ada juga cerita persahabatan yang erat, nggak ada perjuangan antar teman, yang ada hanyalah perjuangan seorang guru yang ingin mengungkapkan kepada dunia, bahwa hati hatilah menjaga perkataan baik di dunia nyata maupun di sosial media, karena kita tidak tau, bisa jadi ada perkataan yang kita anggap remeh tapi sangat menyakitkan bagi orang lain.


Baca selengkapnya

Thursday, June 11, 2020

Pengalaman mendapat Letter of Acceptance (LOA) dari Profesor di Keio University Jepang


letter of acceptance (LOA) merupakan adalah surat tanda penerimaan mungkin bisa menjadi salah satu jalan untuk mempermudah siswa yang ingin masuk ke sebuah oerguruan tinggi apalagi perguruan tinggi diluar negeri. LOA ini sangat penting peranya apalagi jika kita ingin apply beasiswa, memang tidak menjamin 100% bisa mendapatkanya, tapi dengan memilikinya kita bisa menganggap satu kaki kita sudah berada di kampus yang sedang kita tuju beserta dukungan beasiswa.
Saya ingin menshare sedikit cerita saya di 2017, walaupun pada akhirnya saya belum berhasil untuk melanjutkan Pendidikan saya tapi paling nggak saat itu saya sudah berhasil menerima LOA dari sebuah Universitas yang cukup besar di Jepang, yaitu Keio University. Universitas di Asia agak unik, berbeda dengan kebanyakan Universitas di Eropa maupun Amerika. Mungkin di next artikel saya akan ngebahas tentang itu, kali ini saya ingin berfokus mengenai Universitas di Jepang khususnya Universitas Keio, khususnya pengalaman pribadi saya.
Untuk jenjang S2 di Jepang, terdapat 2 jalur yang bisa kita pilih, yaitu kelas regular, dan kelas research. Masing masing kelas tersebut biasanya memiliki international dan local classnya bergantung dari kebijakan Universitasnya, mungkin ada beberapa jurusan yang hanya melakukan local klass regular sehingga seluruh materi pelajaran dilakukan dengan Bahasa Jepang, ataupun ada jurusan lain yang memiliki international class yang dalam pnyampaianya menggunakan Bahasa Inggris. Itulah kenapa ada beberapa Universitas di jepang yang mewajibkan memiliki JLPT tingkat N2 sampai N3 sebagai syarat masuknya, tapia da pula yang hanya menyertakan syarat seperti TOEFL maupun IELTS.
Saat itu saya mencari berbagai informasi dari berbagai sumber, mulai dari social media, website resmi, hingga saya juga pernah dating langsung ke konjen jepang di Denpasar, dan saya pernah juga menghadiri Japan Education Fair yang diadakan di Surabaya,yang kebetulan dulu sudah pernah saya post juga di blog ini. Dari situ saya bisa mengambil kesimpulan, bahwa kita bisa memiliki peluang untuk melanjutkan S2 dan mendapatkan LOA kalua kita bisa kenal dengan Profesor di Universitas yang kita tuju. Untuk tujuan itu selain harus pintar, kita juga harus ramah.
Saya memutuskan untuk masuk ke kelas research student untuk meraih master, kebetulan saya memiliki research mengenai Solar Cell sebagai judul skripsi saya di S1. Kenapa saya nggak melanjutkan penelitian saya sekaligus mencari gelar master diluar negeri. Tapi saya nggak mungkin dong berangkat gt aja, saya nggak punya biaya, dan harus mencari beasiswa yang bisa mensupport saya saat disana nanti, Untuk  itu tujuan pertama saya adalah mendapatkan LOA.
Hal pertama yang saya lakukan adalah melakukan research untuk menemukan Universitas mana saja yang memiliki penelitian yang berhubungan dengan penelitian saya. Saat itu saya menemukan beberapa Universitas Negeri maupun Swasta yang sudah pernah melakukan penelitian yang sama, bahkan beberapa diantaranya juga memiliki lab khusus untuk mensupport penelitian tersebut. Universitas tersebut adalah Keio University, Waseda, Tokyo, Kyoto, dan berbagai Universitas lainya. Saya menemukand ata tersebut dari berbagai sumber, yaitu:
-          Web Universitasnya langsung, saya cari Fakultas yang berhubungan dengan penelitian, kemudian melihat list penelitian yang pernah dilakukan, biasanya sih dipampang di web itu, walau hanya judul sekilas, dari situ saya search apa nama lab nya dan nama penelitinya, maka saya bisa mendapatkan informasi lebih detail.
-          Dari situs pencarian jurnal, saya ketik jurnal yang diterbitkan di jepang dengan tema penelitian yang say acari, kemudian jika ada tinggal dicatat judul penelitian, nama lab, dan nama peneliti untuk di search langsung di web resmi universitasnya.
-          Terakhir saya mendapatkan dari langsung search di google, hasilnya agak umum, tapi jika kita mengganti kata kunci dengan lebih cermat terkadang ada juga kok. Memang harus jeli apalagi jika penelitianya masih sangat jarang dilakukan.

Langkah berikutnya adalah saya mencari situs lab atau situs milik professor yang menghandel penelitian itu. Berbeda dengan Universitas di Indonesia, yang biasanya informasi mengenai lab maupun professor sangat sulit ditemukan jika tidak dating langsung ek kampusnya. Tapi di jepang biasanya setiap lab tertentu memiliki web masing2, semisal Lab renewable energy, lab bioenergy, dan lab2 lainya, beberapa mungkin ada yang full menggunakan jepang, tapi beberapa ada yang sudah bisa ditranslate otomatis ke English.. Bahkan Sebagian Profesor yang sudah terkenal juga memiliki situs tersendiri yang dari situ bisa kita gali penelitian apa saja yang sebelumnya pernah dilakukan, sebagai referensi.
Di situ lab maupun professor tersebut biasanya ada kontak email, tapi jangan langsung dikontak dulu, tanpa tau apa apa, malah jadi dikacangin nanti. Pertama saya melakukan research dulu, saya membaca semua research yang dilkaukan di lab itu tentunya yang sekiranya berkaitan dengan penelitian saya, setelah itu saya mencari yang paling mendekati dengan apa yang ingin saya lakukan untuk penelitian saya selanjutnya, biasanya sih akan ada jurnal yang di share dalam Bahasa inggris, jadi harusnya nggak akan sulit untuk memahaminya. Apalagi data di penelitian jepang cenderung lengkap. Dari jurnal tersebut saya coba untuk ambil beberapa metode yang sekiranya bisa saya mix dengan penelitian saya dan saya ambil sebuah hipotesis yang menyatakan dengan menggunakan metode gabungan dan melakukan beberapa inovasi maka bisa mendapatkan hasil uji yang lebih optimal. Intinya sih gimana caranya kita bisa mengaplikasikan penelitian di lab tersebut terhadap penelitian kita dan melakukan inovasi agar bisa memajukan hasil penelitian. Hipotesa tersebut saya tulis dalam note yang nanti akan saya jadikan kata2 andalan dalam email yang berikutnya saya kirim ke Profesor.
Setelah sudah menyiapkan hipotesa, saya juga membuat jurnal berdasarkan hasil skrip saya, jurnal tersebut saya tulis dalam Bahasa inggris dalam bentuk pdf. Setelah semua persiapan siap, saya langsung mencoba untuk mengontak professor yang alamat emailnya tadi sudah saya dapatkan. Judul yang saya tulis itu mengenai keinginan saya untuk melanjutkan master di universitas anda dan melanjutkan research saya di lab anda, gitu lah pookonya. Kemudian di dalam email saya melakukan perkenalan diri terlebih dahulu, mengenai nama saya, mengenai asal negara dan kampus saya dulu, kemudian di paragraph berikutnya tentang penelitan yang pernah saya lakukan secara singkat, kemudian selanjutnya saya menceritakan ketertarikan saya dengan penelitian yang dilakukan professor dan ingin melanjutkan penelitian saya disana, selanjutnya saya menuliskan saya tulis hasil hipotesa yang sudah saya simpulkan sebelumnya. Nah terakhir saya membuat pernyataan apakah bisa saya bergabung dengan lab mereka dan diberi tanda tanya. Kemudian saya nggak lupa juga mengucap terima kasih di akhir email serta menggattach dokumen pdf mengenai jurnal penelitian saya sebagai bahan pertimbangan oleh sang professo dan “kirim”.
Saya mengirim email ke beberapa Profesor, dan menunggu jawaban setiap harinya. Saya nggak inget ada beberapa banyak email yang saya kirim, tapi seinget saya dari sekian email mungkin hanya setengahnya saja yang dibalas, dan hamper semuanya menolak, dengan berbagai alas an. Ada yang bilang kalua penelitian di lab mereka khusus penelitian organic jadi kurang sesuai dengan penelitian milik saya, ada juga yang mengatakan tertarik dengan penelitian saya, tapi kuota lab mereka di tahun itu sudah penuh, dan berbagai hal lainya. Tapi hanya satu yang membalas dengan begitu antusias, yaitu Profesor dari Keio University, Profesor itu mengatakan senang dan tertarik dengan penelitian saya dan mengizinkan jika saya mau bergabung dengan lab mereka. Setelah itu saya coba melihat lagi profil professor itu lebih jauh lagi, kali ini say abaca mengenai hal yang sekiranya merupakan interest poin bagi professor itu kemudian materi itu yang saya gunakansebagai bahan pembahasan di email saya selanjutkan, saya mencoba untuk sedikit berdiskusi dan menanyai beberapa hal mengenai penelitian yang masih belum saya mengerti. Dari situlah awalnya, hingga akhirnys saya dan Profesor itu saling berbalas email.
Profesor itu juga memberikan beberapa materi referensi kepada saya sebelum bergabung ke lab nya. Saya udah seneng banget sih, karena paling nggak udah ada 1 orang yang welcome banget dengan kehadiran saya disana. Kemudian saya pun menceritakan kalau saya ingin mengapply beasiswa untuk sponsor saya selama berkuliah disana dan saya pun meminta LOA dari professor itu.  Tak berapa lama professor itu mengirim emailsekaligus attachment sebuah pdf yang isinya merupakan LOA. Profesor juga mengatakan kalua saya juga bisa menerima beasiswa Ketika sudah memulai perkuliahan disana. Tapi karena saya kaum kere bahkan untuk tiket ke jepang aja nggak sanggup, ya bakalan sulit kalua nunggu kuliah dulu baru cari beasiswa. Saya cuman balas dengan berterima kasih aja, dan saya akan memberi kabar lagi setelahnya.
Itu lah cerita share singkat saya mengenai bagaimana saya memperoleh LOA dari salah satu professor di Keio University. Semoga siapapun yang baca ini bisa terinspirasi, dan selalu inget, LOA itu hanyalah awal, bukan berarti jaminan.

Baca selengkapnya

Saturday, December 8, 2018

Sekilas Djafu 2018 (Japanese festival Udayana Bali)


Seperti di Djafu sebelumnya, Tahun ini saya dan teman2 ikut berpartisipasi dalam event ini, lebih tepatnya menyewa stan untuk jualan sih, selain ingin bersenang2 dan ikut meramaikan acara, kita juga ingin meraup sedikit keuntungan sihh, hehe
November tahun nii lebih cerah dari tahun sebelumnya, sepanjang event cuaca sangat panas, bersyukur juga sih karena cuaca panas ini ngebikin dagangan es kami jadi tambah laku. Kalo dibandingin tahun lalu yang panas di pagi hari aja terus jam 2 an keatas udah mulai mendung dan mulai turun hujan, walau nggak gitu lama tapi cukup merepotkan sih. Untungnya tahun ini nggak terjadi lagi.
Kalo dilihat sekilas, Peserta tahun ini sepertinya lebih banyak, dari siang hiangga malam hari, hampir 80% dari lapangan kertalanggu dipenuhi oleh pengunjung, baik wajah2 lama yang udah sering saya liat di event2 seperti ini maupun wajah2 baru yang memiliki rasa penasaran tinggi tentang event seperti ini. Sisi positifnya dagangan kami jadi cukup laku keras disbanding sebelumnya, hehehe
Saya ingin sedikit mereview aja sih tentang acara Djafu ditahun ini, Saya ingin coba mereview dari 2 sisi, yaitu dari sudut pandang penyewa stan (pedagang) dan kedua dari sudut pandang pengunjung yang rasakan pribadi ketika event ini berlangsung.
Pertama dari sudut pandang penyewa Stan. 6 bulan sebelum acara saya mulai mencoba mengontak panitia tahun sebelumnya dan menanyakan proses penyewaan stan untuk acara tahun ini. Tapi karena memang proposal dan acara untuk tahun ini masih belum ditentukan oleh panitia yang baru, maka saya masih belum bisa memperoleh jawaban yang pasti, Saya baru dapat jawaban pasti dan mem book stan sekitar 2 bulan sebelum acara, dan itupun sebenarnya agak mepet karena beberapa hari setelah saya book, stan langsung full. Yaps, Djafu memang salah satu event jepang besar di Bali, jadi memang ada banyak yang ingin berpartisipasi di event ini, sudah bukan hal yang mencengangkan sih, tahun sebelumnya juga seperti ini. Tak banyak yang berubah baik dari pemilihan lokasi, denah stan, ukuran maupun syarat2 untuk menyewa stan. Semua hampir sama dengan tahun sebelumnya, jadi saya udah nggak perlu beradaptasi lagi.
Hanya ada 2 hal yang berbeda, yang pertama adalah harga stan yang sedkit naik dari tahun lalu, yang kedua adalah kali ini setiap barang yang dijual harus melalui persetujuan dengan Mou hitam diatas putih menggunakan Materai. Saya ingat tahun lalu saat kita berdiskusi menu yang akan kita jual ke panitia hampir setengah menu yang kita ajukan ditolak, kenapa?? Karena di event tidak boleh ada menu yang sama (mungkin agar perdagangan jadi lebih fair, sebenernya saya setuju sih). Mau nggak mau beberapa menu yang sudah kita rencanakan haru dirubah, karena panitia sudah menekankan dan melarang, kita hanya bisa menuruti, tapi kala itu tidak ada perjanjian resmi maupun Mou. Ketika di hari H ternyata menu andalan kami yang telah disetujui oleh panitia dijual juga oleh stan lain, walaupun memang posisi luamyan jauh dari stan kita tapi tetap saja hal itu tidak sesuai apa yang dikatakan panitia. Saya berusaha untuk menghubungin panitia tapi karena memang tidak ada mou panitia juga tidak bisa berbuat apa2. Mungkin saja karena hal tersebut akhirnya tahun ini dipertegas agar terhindar dari masalah yang sama, dan saya pikir itu bagus.
Oh iya satu hal lagi, parkir Mobilnya lumayan jauh. Di event ini saya pertama kalinya nyetir mobil buat ngangkut perlengkapan stan, event taun lalu kita nyewa go box, karena cost nya terlalu tinnggi jadi tahun ini kita bawa mobil pribadi. Waktu habis nurunin barang dan mau memarkir mobil, Panitianya haduuhh, yang satu nunjuk kesana, satunya juga nunjuk nunjuk doang, syaa kan bingung marker dimana (Karena katanya dilarang parker di kertalanggu jadi harus parker di luar di tempat yang sudah disediakan panitia). Panitianya nggak ada yang nuntun, saya kan baru pertama bawa mobil kesana, kemana parkirnya saya nggak tau, yang satu nyuruh kesana,katanya pas disana nanti ada panitia yang jaga, pas udah sampe titik yang ditunjuk ehh nggak ada orang, lahh terpaksa harus turun dan nyari panitia lagi, hadeehhhhh ribet kenapa nggak langsung dikasih penunjuk arah aja. Sejenis plang penunjuk gitu diisi tulisan, “Parkir Khusus Mobil kearah sana sekian meter” kan jadi nggak bikin bingung. Iya kalo arah yang ditunjuk ada panitia yang jaga, kalo semisal panitia yang jaga ke kamar mandi gimana??? Ntar kalo salah parker kitanya yang salah…… Ya mungkin itu saja sih dari sisi penyewa stan.
Kalo dari sisi peserta secara pribadi, nggak ada yang berbeda dari tahun lalu, pengisi stanya sama, pengisi stan buat aksesoris juga sama. Mungkin sedikit berbeda ada Obake kali ya (Ehh taun lalu ada Obake atau enggak ya saya lupa, hehe). Intinya sih di event tahun ini ada Obake (Rumah hantu), emang nggak sempet masuk sih karena cukup sibuk jaga stan, tapi saya rasa cukup menarik. Untuk dekorasi nggak jauh beda dari tahun lalu, hiasanya juga, tempat taruh Photobooth, madding, dll persis banget dengan tahun sebelumnya, bahkan sama juga dengan 2 tahun sebelumnya, mungkin memang ini format yang sudah ditentukan oleh pihak penyelenggara.
Untuk susunan dan pengisi acara sebenernya saya nggak gitu merhatiin sih, tapi kurleb sama aja dengan tahun lalu. Ada Chaotic project yang bawain lagu2 jepang, ada yang ngedance love live tuh lupa Namanya, ada juga shooitng star, trus ada coseplay tim, coswalk, dll. Namun ada yang hilang. Wotage….. salah satu pertunjukan yang menurut saya pribadi sih cukup seru, tapi entah kenapa dihilangkan, dan acara di malem hari diisi dengan nonton film. Salah satu film besutan Makoto Shinka, yang saya sendiri sih udah nonton dan saya yakin pasti diantara pengunjung banyak juga yang sudah nonton. Saya nggak tau kenapa tapi selama 2 jam penayangan film pengunjung tetep anteng duduk di depan layer, wkwk ya mereka sebenernya Cuma ngabisin waktu bareng para temen2 nya aja sih yang fokus nonton paling Cuma beberapa aja, hehe. Saya sih nggak gitu dapet kesan di nonton, masak jauh2 dateng ke event ehh malah nonton film yang udah pernah ditonton, hehe tapi ya gitu lahhh… Guest star tahun ini ada Red Shift, saya pribadi kurang tau sih tentang redshift, jadi nggak bisa komen apa apa. Acara ditutup dengan Hanabi…, END




Baca selengkapnya

Saturday, January 6, 2018

Open Stand Experience di Djafu (The Japan festival of Udayana) 2017

Nggak terasa udah memasuki tahun 2018 aja nih. Gimana resolusi yang udah dirancang untuk tahun 2017. Apakah semua udah berhasil terwujud?? Sepertinya biasa aja, nggak semua berhasil terlaksana seperti planning awal, walau begitu beberapa hal tak terduga terjadi di tahun 2017, and That’s Good. Back to topik, kali ini saya ingin ngeshare pengalaman saya di event DJAFU 2017. 


DJAFU (The Japan Festival of Udayana) merupakan salah satu event Jepang terbesar di Bali, event ini diselenggarakan oleh Universitas Udayana, khususnya oleh fakultas Budaya nya. Berbeda dengan saat tahun lalu, di Tahun ini, saya dan temen2 menyewa stan mencoba untuk menikmati sebuah Japanese event dengan sudut yang berbeda, ya tentu juga sekalian mengais rezeki. Ini merupakan pengalaman kedua kita membuka stan di Event jejepangan, sebelumnya kami juga membuka stan di event Bunkasai Stiba.


Sekilas jika dibandingkan dengan system penyewaan stan Bunkasai, Djafu ini memiliki proses yang lebih rapi, mulai dari proposal yang lebih lengkap, Denah yang sudah sesuai dengan kesepakatan, Panitia juga yang dapat memberikan bimbingan dan panduan yang sangat baik, di akhir pun semua peraturan di bawah dari perjanjian resmi yaitu MoU. Proses pra event saya bilang sih cukup baik. DI event ini kami menjual 4 menu, terdapat tambahan menu dari event sebelumnya, Primadona kami yaitu Bakso Bakar tetap dipertahankan, selain itu ada juga menu Pisang Nugget, dan sempol, untuk minumanya, selain soft drink, kami juga menjual es kelapa muda, yang satu ini merupakan menu dadakan, but in the end luamyan laris juga, hehehe


Hari H tiba, Event tahun ini diadakan di Taman Budaya Kertalanggu sama seperti event djafu tahun tahun sebelumnya. Seperti dugaan kami, Djafu memang tidak pernah mengecewakan. Kalo nggak salah ada sekitar 3000 tiket yang dijual, so yang pasti rame banget lahh, sejak pagi orang lalu Lalang untuk menikmati semua hiburan yang diberikan panitia. Stan kami mulai rame sekitar jam 10 an keatas. Apalagi menu Es Kelapa muda yang menjadi salah satu menu andalan kami di hari yang cukup panas. Hhe


Kami sebenernya cukup beruntung karena menyewa tenda stan tepat di depan tenda penonton, yang berarti stand kami bisa terlihat dengan mudah oleh setiap penonton yang berada di tenda, walaupun awalnya nggak sengaja juga sih ambil posisi disini. Flashback dengan event di Bunkasai, kami dijanjikan mendapat stand yang posisinya tepat berada di depan panggung, but in the end, stand kami malah di depan tembok sekolahan, so diluar ekspektasi banget. DI Djafu, positioning sepertinya sudah diatur sebagaimana rupa agar sesuai dengan perjanjian awal.


Saya pribadi nggak bisa sepenuhnya menikmati event karena harus sibuk melayani pembeli2 yang dating, beberapa kali juga saya harus keluar untuk membeli bahan2 yang ternyata habis di tengah2 jualan kami. But menyenangkan banget. Seharian ini seakan akan terdapat 2 musim, Pada saat siang panasnya luar biasa, seakan akan berada di gurun pasir, awan pun nggak terlihat. Namun ketika agak sorean, yaitu jam 2 an keatas, tiba2 hujan deres dateng, nggak lama sih. Tapi walaupun begitu antusias pengunjung tetap tinggi lohh, hingga akhir acara ini selalu ramai entaha kenapa mereka mau berpanas2 dan berdingin2an di event ini.


DI akhir event sekitar jam 7 an keatas, saya kira bakalan menjadi sepi dan bakalan berlanjut ke acara yang nggak jelas, maklum sebelumnya belum pernah mengikuti Djafu hingga malam. But, diluar perkiraan saya ternyata jadi makin rame. Ada beberapa show yang bagus banget, mulai pertunjukan flash mob panitia, kemudian ada dance apa ya namanya yang pake tongkat lampu tuh, nggak tau juga, terakhir ada guest star nya ternyata, hehehe saya ikit event tapi nggak tau kalo ada guest star nya, wkwk. Sungguh terlalu. Guest Star nya adalah Lumina Scarlet, dan ternyata setelah saya ingat2 dulu pernah juga nonton grup Lumina Scarlet waktu masih tinggal di Malang. Lumina scarlet tampil sangat berkesan sih menurut saya, lagu lagu yang dibawakan bagus bagus, lagu original mereka juga bagus, ini saya lagi searching2 lagu mereka di yutub juga, hehe



Menutup event ada Hanabi alias kembang api/ mercon yang diluncurkan, seru banget dahh, serasa bener2 genap dah tenggelam di event ini, capeknya jualan terasa, serunya show event juga terasa. Nggak salah sih kalo banyak yang bilang kalo DJafu ini memang salah satu event jepang terbaik di Bali. Mungkin memang event ini tidak sebesar event yang pernah saya kunjungi di Malang ataupun di Surabaya, tapi overall saya puas banget dengan event yang mereka buat. Thank you Djafu, semoga tahun depan bisa ikut berkontribusi di event ini lagi. Untuk liat keseruan Djafu taun ini, yuk tonton aja video ini:

Baca selengkapnya

Monday, November 27, 2017

Join Stan Projek Bunkasai Saraswati


Mungkin memang sudah menjadi hal biasa bagi seorang penggemar jejepangan seperti saya untuk mengunjungi japan festival. Sejak tahun 2014 ketika saya masih duduk di bangku kuliah saya, itulah pertama kalinya saya mengunjungi sebuah event jepang. Awalnya saya sangat tercengang, nggak menyangka bahwa orang yang menyukai budaya dan film2 jepang ternyata bukan cuma saya, tapi banyak banget. Pertama kalinya saya melihat orang menggunakan kostum sebuah karakter anime benar benar membuat saya berdebar, berdiri diantara orang orang yang menyanyikan sebuah lagu jepang bersama, bersorak dan mengayunkan tangan keatas, perasaan itulah yang pertama kali nya membuat saya merasa nyaman dengan event jejepangan. Saya yang awalnya merasa punya dunia sendiri ternyata tidaklah sendiri. Sejak saat itulah saya mulai menghadiri event2 jejepangan lainya.
Tahun ini menjadi tahun yang berbeda. Berawal dari perasaan jenuh menghadiri ke sebuah event dan selalu melakukan hal yang sama, yaa memang seperti itulah event, kadang memberikan hal yang membekas dan menyenagkan, terkadang hanya berjalan membosankan. Apakah saya harus berhenti menghadiri sebuah event? Mungkin, tapi saya merasa saya masih memiliki ketertarikan yang kuat tentang jepang, lagi pula beberapa event yang saya hadiri memberikan saya sebuah benih,  benih yang terus memberikan semangat untuk go through Japan. Saya masih punya impian untuk ke Jepang, baik untuk belajar maupun untuk bekerja. Saya nggak boleh menyerah, menjauhi sebuah event perlahan akan mengikis cita cita saya tersebut, saya harus terus berjuang dan berusaha untuk mengumpulkan semangat sedikit demi sedikit hingga suatu hari saya berhasil menggenggam cita2 saya.
Akhirnya, Saya pun berpikir ingin ikut berkontribusi dalam sebuah event jepang, bukan hanya sebagai pengunjung pasif saja. Banyak opsi yang ada di kepala saya. Apakah saya menjadi cosplayer saja? NOO, saya rasa saya bukan orang yang cocok untuk hal tersebut, Apa saya bergabung dengan komunitas? Mungkin opsi yang menarik, namun hingga saat ini pun saya belum menemukan komunitas yang sesuai dan bisa menggugah hati saya untuk bergabung. Hal terakhir yang terbesit di benak saya adalah, kenapa saya nggak menyewa salah satu stan saja,toh saya juga ada bisnis kecil di bidang desain, selain bisa berkontribusi di event saya juga bisa mempromosikan produk saya. Saya mulai menyimpan planning saya dan mulai mencari event besar terdekat, yaps sekarang saya mulai memilih2 event, dan hanya memasuki event2 besar yang sekiranya dapat memberikan dampak psikologis sebuah semangat kepada diri saya, bukan hanya sebuah event kacangan seadanya.
Ketika saya menemukan sebuah event yang cocok, saya langsung mencoba untuk menghubungi panitia. Beberapa teman saya yang saya ceritakan mengenai hal ini pun ingin bergabung dengan saya untuk menyewa stan. Saya yang awalnya hanya ingin untuk mempromosikan bisnis kecil saya sambil menikmati event dari sudut pandang yang berbeda pun akhirnya mulai berbelok, saya menerima ajakan untuk join, so kita menambahkan untuk menambahkan bberapa menu di stan untuk menambah penghasilan. Saya pikir ini bakalan jadi sebuah petualangan baru yang seru. Event pertama yang kami ikuti adalah Bunkasai di STIBA Saraswati.
Agak sedikit mengecewakan memang di event pertama ini selain karena saya sudah memesan stan yang berada tepat di depan panggung tapi saat hari H entah kenapa stan kami malah berada sedikit agak di pojok sehingga saya tidak bisa menikmati event secara langsung, agak sedikit berbeda dengan bayangan saya karena ternyata cukup lelah juga menjaga stand dan melayani pelanggan seharian. Namun banyak hal baru yang saya peroleh dari event ini, saya harus bertahan dan akan mencoba lebih baik lagi di event selanjutnya….






Baca selengkapnya

Friday, September 1, 2017

Study in Japan Fair by JASSO


Temen temen ada yang mau study ke Jepang?
Pas banget nih, oktober nanti ada Study in Japan fair lohh yang di selenggarain oleh JASSO, di event ini banyak banget perwakilan dari universitas maupun sekolah Bahasa yang hadir. Mulai dari yang sekolah negeri, sekolah Nasional, maupun sekolah swasta. Bukan cuman buat jenjang S1 aja, tapi ada yang S2, S3, maupun yang ingin mengenal budaya Jepang lebih dalam langsung disana. Kalian bisa Tanya Tanya langsung mengenai study ke perwakilanya langsung lohhh, seru banget pastinya. Langsung saya share aja ya jadwalnya untuk tahun ini, seperti di tahun tahun sebelumnya, japan fair ini hanya di selenggarakan di 2 Kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta dan Surabaya. Yang di adakan pada 7 Oktober (Surabaya) dan 8 Oktober (Jakarta).Berikut saya attach ss langsung dari website resminya.


Untuk info lebih lengkapnya nanti biasanya sih bakalan di share langsung melalui sosial media JASSO saat bulan Oktober nanti, jadi temen temen coba search dan like aja FP nya Jasso untuk mengikuti info terupdate nya.
Oh iya, event ini tahun lalu juga di adain di 2 kota yang sama pula juga, kebetulan tahun lalu saya ikutan. Tahun lalu sih saya mengikuti 2 Japan Fair study, salah satunya adalah event yang diselenggarakan oleh Jasso ini, dan menurut saya event dari Jasso ini lah yang paling besar ruang lingkupnya dan banyak banget informasi yang bisa saya peroleh.
          Sedikit cerita mengenai event di tahun lalu, saya hadir yang di Kota Surabaya. Japan Fair ini dibagi menjadi 2 tempat, di salah satu lobi terdapat seminar mengenai study ke jepang, kemudian di sisi lain ada deretan stan yang sudah diisi oleh puluhan perwakilan dari sekolah di jepang. Untuk seminarnya sendiri sih terbagi jadi 2 sesi, ada sesi pagi dan sesi siang, keduanya memiliki rundown yang sama, pembagian ini saya rasa cukup baik, saya yang saat itu datang kesiangan karena harus berangkat dari Kota Malang akhirnya tetep bisa untuk memperoleh informasi di seminar yang sesi kedua, seminar tersebut diisi oleh perwakilan langsung dari Jasso, sekolah maupun dari alumni yang sudah bersekolah di Jepang sana, banyak sekali informasi yang saya peroleh, mulai dari bagaimana system pendidikan disana, biaya sekolah, beasiswa, part time job, kehidupan disana, maupun detail mengenai sekolah di setiap kota. Seru banget pokoknya. Di seminar ini juga ada sesi talkshow nya, jadi kita bisa ikut turut aktif jika ingin mendapatkan informasi lebih rincinya.



Saya sendiri nggak mengikuti seminarnya hingga selesai karena keterbatasan waktu saya memilih untuk mendatangi lobi sebelah yang berisi deretan stan perwakilan sekolah. Begitu memasuki ruangan tersebut saya merasa begitu takjub, hiforia orang2 yang memiliki kemauan kuat untuk melanjutkan study di jepang begitu terasa kental. Oh iya saya pergi ke event ini bersama dengan sepupu saya yang juga memiliki interested yang sama terhadap study di Jepang. Kita mulai menghampiri stan pertama yaitu Waseda University, berbagai pertanyaan saya ajukan, hhe sepertinya agak sulit untuk bisa lolos di Universitas ini, hhe apalagi untuk scholarship hunter dengan kemampuan pas pasan saya. Saya juga mencoba mengunjungi stan Risumeiken University dan bahkan di beri aksesoris dari Ritsumeiken katanya karena saya aktif bertanya, baik banget Ibu yang ngejaga stan satu ini, bukan cuma ngasih informasi panjang lebar, tapi juga ngasih hadiah J.
Ada juga Universitas yang menawarkan untuk melanjutkan S2 di bidang animasi, dan tanpa memandang apa gelar S1 nya kita bisa tetap mengambil jurusan Animasi di S2, katanya sih nanti akan dibimbing, saya lupa sih nama universitasnya, yang saya inget itu universitas Swasta, cuma ya itu Biayanya mahal, hhe. Berbagai stan lain juga saya saya mampiri, Tokyo International University, Chiba University, Shizuoka University, Kansai University dan bahkan saya juga mampir ke stan sekolah Bahasa di Jepang. Oh iya saya ingat kalo di kansai University ini ada tawaran yang menarik lohh, kalo biasanya kita butuh kemampuan setara N2 untuk bisa go through ke S2 di Jepang, di Kansai ini mereka punya program kelas belajar Bahasa Jepang dulu di sekolah mereka selama 1 tahun secara intensif untuk mengejar jenjang N2 setelahnya (kalo di sekolah bahasa lain biasanya 2 tahun) di Kansai ini setelah setahun belajar kita punya peluang untuk masuk ke Univ nya cukup besar, Cuma disisi lain yaa karena kita harus belajar secara intensif, maka kita tidak diperbolehkan untuk bekerja part time selama setahun awa itu, hhe. Kemudian kalo untuk jumlah pelajar Indonesia terbanyak disana sih tetap dipegang sama Ritsumeikan University.





Oh iya, di japan study fair ini sebagian besar yang ngisi stan nya orang jepang lohh, nggak sedikit juga yang masih muda dan cakep cakep :), jadi jangan sampai terpikat dan lupa tujuan awal yaa, hhe. Trus juga, beberapa logat Bahasa inggrisnya mungkin sedikit sulit dimengerti, bagi temen temen yang pengen hadir ke acara ini persiapin diri aja, hhe, tapi Cuma sebagian kecil aja kok, kebanyakan sih udah enak Bahasa inggrisnya, beberapa bahkan udah punya translator orang Indonesia J. Buat temen temen lulusan SMA yang pengen banget kuliah di Jepang disini kalian bukan cuman bisa dapet informasi mengenai Sekolah disana aja lohh, kalian juga bisa dapet informasi mengenai EJU, dan bimbingan langsung dari pihak JASSO maupun dari pihak swasta lain untuk mempersiapkan diri untuk study ke Jepang. Lengkap banget dah pokoknya informasi yang bisa kalian dapetin di event ini, CMIWW…. Hanya saja tahun lalu salah satu Univ inceran aja ternyata nggak bisa hadir di Surabaya, yaitu Keio University, dan hanya bisa dateng di Jakarta aja, tapi walaupun begitu overall event ini bener2 sangat membantu untuk membuka wawasan saya mengenai study ke Jepang J.

Semangat,   Ganbatte Guys
Baca selengkapnya