Showing posts with label Vlog. Show all posts
Showing posts with label Vlog. Show all posts

Sunday, September 18, 2022

Pengalaman Glamping / Staycation di RIchland Bedugul Bali


Glamping belakangan ini menjadi salah satu alternatif staycation yang cukup popular. Selain karena harganya yang cukup terjangkau, glamping bisa memberikan nuansa camping tanpa perlu ribet menyiapkan berbagai hal yang biasanya perlu dipersiapkan dan direncanakan saat kita camping.

Di bali, ada berbagai macan opsi untuk glamping, salah satu yang baru saya coba adalah Richland Bali, yang terletak di area Bedugul di tepi danau bratan dan di keliling oleh perbukitan. Awalnya cukup bingung menentukan tempat glamping yang terbaik (yang pastinya sesuai budget). Ada 2 tempat yang waktu itu jadi last decision kita, yaitu Richland ini dan satu lagi adalah jempana view. Tapi dengan berbagai pertimbangan, akhirnya kami setuju untuk memilih Richland dibanding Jempana, Jempana sebenernya cukup OK, sayangnya disana ada beberapa hal yang sekilas kayaknya bakal bikin kurang nyaman, yang pertama adalah disana masih menggunakan kamar mandi umum, kemudian disana juga  tidak ada room yang included dengan sarapan (di aplikasi online booking).

Di Richland ada 3 jenis room/glamping type. Ada yang superior dengan harga paling murah yaitu 300-400k an, kemudian ada juga yang deluxe, dengan price 400k an, dan tipe suite sekitar 500k an. Tipe terakhir jelas paling nyaman, tapi sayang, agak diluar dari budget yang ada, jadinya kita memilih yang tipe deluxe.

Berbekal dengan video2 yang di share di social media, saya cukup berekspektasi tinggi dengan Richland ini. Sebelumnya saya udah pernah glamping juga di salah satu resort di area Malang, yaitu Shanaya, dimana disana saya sangat puas dengan segala fasilitas dan pelayanan nya, jadi di Richland ini paling tidak saya merasa bisa mendapatkan pengalaman yang setidaknya serupa mengingat pricing nya yang juga hampir serupa.

Di hari H tepatnya di 17 Agustus, kami langsung datang ke lokasi, kami datang sedikit lebih awal dari waktu chek in yaitu jam setengah 2, yang mana di keteranganya harusnya cek ini mulai dari jam 3. Disini kami langsung disambut dengan ramah, dan diizinkan untuk checkin lebih awal.

Tempatnya tidak terlalu luas, namun ditata dengan cukup apik, disamping front office, ada kursi2 tempat makan maupun tempat tunggu untuk para pengunjung. Selain itu di samping Gedung ada jalan setapak yang menuju kea rah area glamping, dimana di sebelah jalan setapak ada sebuah kolam air, yang sepertinya dibuat untuk aktivitas memancing. Saat kami datang, ada beberapa pengunjung yang memancing di kolam tersebut, entah mereka bisa dapeting ikan atau enggak…

Setelah checkin dan melunasi pembayaran, kami langsung diantarkan ke room, kesan pertama, waww, rame….. ada pengunjung yang cukup ramai yang bukan hanya menginap di room saja, tapi juga membawa tenda sendiri untuk menampung tempat tidur rombonganya. Jadi liburan yang awalnya saya bayangkan bakalan sunyi dan hening, sudah sirnah.

Agak aneh sih ya, kenapa ada tenda yang di diriin di depan room orang. Kan jadi nggak nyaman. Apalagi itu rombongan yang rame banget. Tapi ya udah lahh terima aja. Check in sekitar jam 3 sore, tapi walaupun begitu, saya datang jam 2 siang, dan tetap bisa checkin kok, asal kamarnya sudah kosong.

Kelebihan staycation disini sih, pelayananya cukup baik, ada kue dan minuman di sore harinya. Untuk kamar deluxe deluxe dan suite nya sudah ada bathub, walau ukuranya nggak terlalu besar, tapi lumayan buat angetin badan di suasana yang dingin. Trus sempet juga nggak ada sikat gigi di room, begitu complain, langsung dianterin ke room. Termasuk breakfast nya, langsung dianter ke room juga di pagi hari. Buat rasa sih, cukup enak. Nasi goreng, bakso, mie nya, dan kemudian untuk breakfastnya juga lumayan. Disini juga ada paket grill, kita udah nyoba paket yang 200rb, standar banget sih, tapi karena pelayananya cukup oke, dan porsinua cukup besar, ya oke lahh. Untuk pemesanan makanan pun cukup cepet, tinggal wa menunya aja, ntar bakal langsung dianterin ke room. Oh iya, semua komunikasi ke front office bisa di lakukan lewat wa.

Untuk minusnya sendiri juga ada beberapa, yang pertama jelas yang sempat saya tulis diawal, di saat itu, rame banget, karena sampe ada tenda yang nampang di room orang, rasanya keganggu banget baik secara visual dan audio nya. Kemudian, banyak lalat, ada beberapa lumut juga yang nemplek di tenda nya, jadi kesanya kurang bersih. Aroma di toilet nya juga kurang bagus, harusnya paling tidak ada pengharum yang tergantung/ otomatis tersemprot.

 


 

 

 


Baca selengkapnya

Monday, August 15, 2022

Indahnya Taman Dedari Bali (Wajib Dikunjungi)


            Taman Dedari, salah satu tempat yang wajib dikunjungi kalo kalian datang ke bali. Pertama tau tempat ini pas liat temen yang update story. Selain itu juga, sempet liat salah satu potongan video wonderfull indonesia yang menunjukkan salah satu lokasi tempat ini di Bali.

            Sejak pertama lihat, langsung terkesan, pemandangan yang unik banget dan bikin penasaran, awalnya sih kirain ini seperti tempat atau objek wisata kayak GWK gitu sih, tapi ternyata ini ada di dalam sebuah restoran di area UBUD, Bali. Jadi nggak ada tiket masuknya, yang penting kita beli aja makanan disana, trus bisa bebas deh sepuasnya foto2 di area taman nya. Bisa aja sih sebenernya, dateng foto2 trus langsung balik, cuman ya malu lahhh kalo gak makan, wkwk

            Dari pintu masuk kita udah di suguhkan oleh indahnya patung yang memiliki ukiran unik banget, sesuai namanya, ada unsur2 dedari (bidadari). Saya langsung di sambut oleh pegawai disana yang menyapa dengan salam kepada kita. Setelah masuk, saya diarahkan ke bagian front table untuk mengisi buku tamu gitu, disana akan dicatat nama dan asal. Kalo kalian dateng berombongan, nggak usah khawatir bakal ngantri, ngisi buku tamunya, cukup di wakili 1 orang aja kok, kayaknya mereka cuman butuh data aja pelanggan mereka pada dateng dari wilayah mana saja.

            Setelah mengisi buku tamu, saya langsung di arahkan masuk ke dalam area makan, luas banget, memanjang gitu agak berbentuk sedikit melingkar/ eclips gitu, dimana di tengah2 nya ada patung dedari yang gedeee banget. Selain itu juga ada beberapa kolam dan patung bidadari yang lebih kecil di sekitarnya.

            Ada beragam jenis meja, ada yang bundar standar di resto2 lainya, tapi ada juga yang menggunakan kayu memanjang, dengan ukiran2 di sekitaranya. Ada yang indoor, ada juga yang outdoor tepat di sebelah taman2 kecil. Pas banget buat yang ingin refreshing menghilangkan kejenuhan diakhir pekan, apalagi kalo bareng keluarga maupun pacar.

            Untuk menunya sendiri, range harganya mulai dari 40rb an, kemudian untuk minumanya start dr 15rb an (air mineral), Pilihan makananya cukup beragam, mulai dari bakmi, spagheti, ayam betutu, nasi goreng, ayam grill, dll. Untuk rasanya sih, ya so so lah, bergantung selera juga, buat saya sih, nggak ada hal yang menonjol, cukup standar, menu yang saya pesan, ayam grill, bumbunya agak kurang merasuk gitu ke daging, cuman sausnya emang enak sih, jadi ya its ok. Sempet nyoba steak nya juga, kesanya sih sama, agak kering gitu, tapi cukup ketolong sama saus nya.

            Cukup worth it banget datang kesini, perjalanan sekitar 1-2 jam dari pusat kota denpasar, cukup terbayarkan dengan suasanya resto, pemandangan, beserta pelayanan dari para pegawainya yang sangat baik. Untuk harganya juga tidak menguras kantong, nggak begitu mahal kok, soalnya di area kota kan banyak yg lebih mahal dari ini, walaupun yang murah juga banyak, wkwkwk intinya sih standarlah. Lagian dengan price segitu kita udah disuguhkan dengan sebuah taman yang begitu indah ini, bukanya itu malah murah banget kan?

Baca selengkapnya

Monday, September 7, 2020

Pengalaman Mendaki Gunung Abang - Gunung Tertinggi ketiga di Bali (2151 Mdpl)




Gunung Abang, dengan ketinggian 2151 mdpl, merupakan Gunung tertinggi ketiga yang ada di pulau Bali. Gunung ini sudah mati, jadi pastinya bakal banyak pepohonan sepanjang perjalanan dari bawah hingga puncak, berbeda dengan gunung aktif yang semakin tinggi, pepohonan akan semakin berkurang hingga tersisa tanah bebatuan gersang di puncak nya.
Gunung ini memiliki nama yang unik “Abang” cukup unik sampai saya nggak sadar kalau ternyata ada gunung ini di Bali, walaupun sudah 20 tahun lebih hidup disini. Ya memang nggak pernah kepikiran buat naik gunung sih selama di Bali. Perencanaan yang begitu mendadak, yaitu cuman H- beberapa jam saja, karena penasaran ya udah ikut temen bernagkat, dan langsung cuss tanpa banyak pertimbangan. Bukan perjalanan pertama, ini merupakan Gunung ketiga yang saya daki, namun menjadi gunung pertama yang saya daki di bali. Sebelumnya saya sudah pernah main ke Gunung Bromo dan Gunung Kelud.
Kami berangkat pukul 10 malam, lebih tepatnya jam 11 malam kali ya, karena ada kendala ngaret saat kumpul, dimana kami sudah mengestimasikan untuk sampai di puncak paling lambat2 pas matahari terbit. Perjalanan dari Kota Denpasar hingga ke gerbang tiket membutuhkan waktu sekitar 2 jam, ada beberapa masalah di ticketing sehingga kita baru bisa mulai mendaki sekitar jam setengah 2 malam.
Gunung Abang memiliki alur daki yang cukup curam, setidaknya disaat saya mendaki jalurnya cukup curam, harus memanjat sana sini untuk sampai ke puncak, penuh perjuangan dan pasti resiko juga, walau memang nggak sebanding sih kalau dibandingkan dengan gunung2 yang lebih besar lainya seperti Gunung Agung misalnya. Asal bisa tetep focus dan ngejaga stamina, harusnya trek ini bisa dilewati tanpa masalah untuk pemula sekalipun, tapi tetep harus hati2.
Banyak yang mengatakan kalau perjalanan ke puncak normalnya sih sekitar 3 jam saja, tapi karena banyak temen2 yang kelelahan di perjalanan, mungkin karena efek curamnya jalur pendakian kali ya, ditambah banyaknya pendaki dimalam itu sehingga sampe mengantre saat melewati beberapa tanjakan yang curam akhirnya membuat perjalanan ke atas begitu lama sekitar 4 jam an kali ya, sekitar jam 6 baru kita bisa sampe ke puncak.
Sampe ke puncak, rame banget, udah banyak pendaki yang stay diatas baik yang baru datang seperti kita maupun yang bermalam disana dengan membawa tenda. Tepat banget saat saya sampai, matahari pun mulai memperlihatkan sinarnya. Langit yang awalnya gelap mulai bertransformasi menjadi sedikit ke kuningan di bagian ujung bumi, masih sedikit memang, tapi pemandangan saat itu begitu indah. Terbayarkan usaha beberapa jam yang harus saya lewati untuk mencapai kesini.

                                                       Indah kan …. 😊

Dari puncak Abang kita bisa melihat Gunung dan Danau Batur dengan begitu jelas, Kawah Gunung batur yang cukup besar terlihat begitu indah dari puncak Abang. Untungnya cuaca sangat baik sehingga nggak ada kabut maupun hal lainya yang menghalangi pemandangan. Sayang banget puncak Abang begitu kecil jadinya agak kurang leluasa untuk explore nya. Apalagi saat itu sedang libur kemerdekaan dan banyak banget yang ada di puncak, social distancing hanya kenangan dehhh…Seperti kebanyakan pendaki lainya. Di momen kemerdekaan kmren foto yang wajib diambil itu ya foto megang bendera….

                      Baru nyadar benderanya nggak berkibar, tapi tetep bagus lahh


                  Foto di plang ketinggian gunung Abang juga jadi spot yang bagus.,,…

Walau nggak banyak spot foto yang unik di puncaknya, tapi tetep aja perjalanan ini cukup mengesankan, apalagi ini pendakian pertama saya di Bali, disini juga ketemu banyak temen2 baru, temen on the spot, yang bahkan saya nggak tau nama mereka semua sebelum akhirnya tau karena diundang ke grup WA…

Nah ini rombongan teman baru…. Semoga semuanya selalu diberi Kesehatan ….

Terakhir, saya mau share adalah mengenai budget. Total budget yang saya keluarkan untuk mendaki Abang adalah 98rb aja. Tiket masuk waktu itu dikenakan biaya sekitar 15rb+13rb (waktu itu ada sedikit politik lah, jadi bayarnya dobel), untuk perbekalan (snack,roti,air) sekitar 40rb an, trus bensin motor 30rb. Karena kita tek tok jadi nggak bawa tenda, jadinya pengeluaran bisa sedikit dipangkas.

Baca selengkapnya

Monday, December 31, 2018

Berwisata Horor ke Wahana Bermain yang Terbengkalai (Taman Festival Bali)




Yang Namanya area wisata nggak melulu pergi ke tempat yang punya view indah kan? Ke gunung, bukit, pantai, kebun binatang, atau berwisata ke wahana bermain udah jadi hal biasaa….. Kebanyakan orang udah pasti pernah kan,…  Maka dari itu Kali ini saya mau share mengenai salah satu tempat wisata yang unik. Cocok banget buat kalian pencinta suasana horror.

Taman festival Bali atau yang biasa disebut TFB, merupakan salah satu tujuan wisata di Bali. TFB berada di Area Padang Galak, Sanur. Dulunya tempat ini merupakan salah satu wahana wisata bermain yang sangat terkenal di Bali, dibangun tahun 1997 tempat ini memiliki berbagai wahana yang sangat menarik di zamanya, seperti teater 3d, kebun binatang, wisata alam, gunung buatan, dll. Hanya 2 tahun saja kejayaan dari TFB, pada tahun 1999, karena ada beberapa masalah finansial, sehingga membuat tempat ini menjadi bangkrut dan terbengkalai.

Kerangka atap masih utuh, namun bagian dalam bangunan telah dipenuhi semak

Dinding yang telah dipenuhi tulisan grafiti


Salah satu lokasi yang bikin merinding
Berarti sudah hampir 19 tahun TFB mangkrak dan tak berfungsi. Namun megahnya bangunan masih terlihat dari luar. Tapi megahnya sudah tak sama lagi dengan saat dulu. 19 tahun berlalu membuat sebagian besar bangunan yang berdiri telah rusak, atap2 ada yang hilang, seluruh bagian tembok bangunan sudah ditumbuhi oleh tumbuh tumbuhan liar. Beberapa bagian bangunan basemant juga telah dipenuhi oleh air, entah meresap dari laut atau akibat menampung air hujan. Hampir seluruh bagian tembok bangunan telah dipenuhi oleh grafiti. Kurang lebih seperti itu lah yang saya lihat saat ini, dari bangunan bangunan yang tersisa saya sedikit bisa mengerti bagaimana megahnya tampat ini di masa jayanya.


Taman Festival Bali memiliki area yang cukup luas. Saya cukup dibuat kecapekan saat mengelilinginya. Ada beberapa area yang menurut saya memiliki kesan sangat angker, ada beberapa sisi taman yang ditumbuhi oleh pohon yang sangat besar, pohon2 tersebut di penuhi oleh rumput rumput liar yang melingkar dan beberapa tumbuhan lain yang saling menyatu membentuk lubang lubang seperti gua, jadi kayak ada lubang di dalem bangunan. Ada juga beberapa bangunan hampir sebagian besar di penuhi oleh tumbuhan, dan sangat lembap, juga ada Pura yang biasa dijadikan tempat sembahyang oleh penduduk sekitar. Daerah daerah tersebut membuat bulu kuduk saya merinding. Bahkan ketika saya mengambil beberapa take video di Spot spot tertentu HP saya sempat hang mendadak, kemudian ketika saya pindah spot normal lagi. Entah itu kebetulan atau memang ada sesuatu yang tidak mau direkam.

 Oh iya, di dalam TFB dulunya terdapat penangkaran buaya, dan konon katanya tidak semua buaya telah dipindahkan, jadi kita tetap harus hati hati ya, selain itu kita juga harus hati hati dengan hewan melata lainya disini. Ada beberapa spot juga yang mungkin bangunanya agak rapuh jadi hati hati aja ketika berkunjung. Berikut saya coba share video yang saya ambil ketika saya berkunjung ke Taman Festival bali pada tahun 2016 dan 2018:

Short video yang saya buat di tahun 2018

Vlog yang saya buat di 2016

Jika di hari libur, biasanya cukup banyak anak anak muda yang berkunjung ke TFB sekedar untuk berjalan jalan atau hunting foto. Saat ramai biasanya suasana horror nya jadi berkurang, tapi biasanya rame nya Cuma disisi depan aja, bagian dalem dan ada beberapa area tertentu biasanya selalu sepi sih, nggak semua pengunjung biasanya yang suka ngeexplore terlalu dalam. Tapi saya sarankan untuk datang di hari normal aja sih, supaya feelnya lebih dapet, selain itu juga kita bisa lebih leluasa untuk explorer dan hunting gambar.




Buat kalian tinggal di bali atau akan berkunjung ke Bali, tempat ini sangat cocok untuk dijadikan sebuah tujuan wisata horror, TFB sangat lah fotogenik atau bisa dibilang instagramable lah, bukan hanya karena memiliki view alam yang indah, bangunan yang megah nan mistik, namun juga memiliki berbagai tulisan graffiti yang artistik, selain itu juga karena TFB berlokasi tepat di sebelah pantai, maka kita juga bisa menikmati indahnya suasana pantai setelah puas menjelajahi TFB, dimana lagi coba kita bisa mendapat satu paket komplit wisata seperti ini. Oh iya tempat ini dijaga oleh penduduk sana, jadi nggak bisa sembarangan masuk. Kita harus membayar sebesar 10rb perorang sebagai tiket masuk ke lokasi, cukup murah kan. Juga kita tidak dibolehkan kesana saat malam hari, kalo nggak salah sih paling sore jam 4 atau jam 5 kita sudah diharuskan untuk meninggalkan lokasi. 
Baca selengkapnya

Friday, December 9, 2016

The Japan Festival of Udayana (D'JAFU)

Kali ini saya akan membahas event D’JAFU. Event ini diselenggarakan oleh FIB universitas Udayana. Sejak awal sih udah exited banget sama event ini, katanya ini merupakan event terbesar di Denpasar, bahkan mungkin di Bali. Untuk mengikuti event ini fee yang dikenakan untuk Event ini dimulai kalo enggak salah sejak jam 10 pagi hingga jsekitar jam 9 nan, saya juga kurang tau karena saya nggak ikut keseluruhan acaranya sampai selesai. Acaranya sendiri bukan diadakan di Universitas seperti event2 univ lainya. Tapi diselenggarain disalah satu area terbuka yang cukup luas yaitu di kertalanggu. Udah ketebak sih gimana panasnya kalo dateng ke event siang2. Mungkin di UNUD nggak ada lokasi yang cukup luas untuk event ini

Area Panggung Kertalanggu, Denpasar, Bali

Pintu masuk depan

Saya dan rekan saya datang sekitar jam set 2 siang. Waktu itu sih matahari masih terik banget, awalnya sih saya kira jam seginian bakalan sepi disana, pengalaman dari event2 sebelumnya sih yang biasanya ramenya sekitar jam 3 an keatas disaat matahari udah agak turun. Tapi pas nyampe lokasi waaww, diluar dari pemikiran saya, dilokasi event udah rame banget, parkiran bejibun baik motor maupun mobil. Ketika kami masuk kedalam lapangan kertalanggu, wahh ramenya udah ada banyak banget orangnya, hiasan hiasan ala ala khas Jejepangan, pohon sakura buatan, dan gantungan2 unik terpampang ketika saya masuk kedalam, aura nya bener bener jepang banget. Dari sini saya udah ngerasa feel better lahh sama nih event.

Salah satu stan

Masuk lebih dalam, disana terdapat banyak stan di sisi kiri dan kanan dari lapangan. Mulai dari makanan, minuman, stan info pendidikan, buku buku, baju, aksesoris, juga ada stan komunitas. Cukup lengkap sih menurutku. Nggak seperti event lain di bali, di event ini untuk stan komunitas action figure, bener bener di pampang berbagai action figure, jadi kita bisa ngelihat dan bisa take foto deh bareng action figure nya. Stan lainya juga banyak yang menarik minat saya untuk mengunjungi dan berlama2 di stan, saya banyak melihat buku2 jepang, kemudian ada juga games, selain itu bagi penggemar one ok rock dan jkt48 juga bisa bergabung dengan komunitas disana. Bener bener rame lah disana.
Untuk acara intinya sih seperti event2 lainya, ada beberapa band, ada coswalk, dance cover, dan lainya. Tapia da salah satu acara yang seru, yaitu flashmob. Awalnya sih saya kira cuma dance biasa aja dari mascot, tapi lama kelamaan, panitia pada ikut juga, music pun berubah ke lagu “fortune cookies nya Jkt48” makin banyak orang yang ikut dance, salah satu rekan saya pun juga ikut gerakanya, pada akhirnya saya pun ikut, hehe. Seru banget lahh pokoknya.
Di event ini saya udah nggak banyak foto2 bareng cosplayer lagi. Saya melihat sisi lain dari sebuah event, saya rasa saya sudah semakin dewasa, hhe. Melihat antusiasme dari para pengunjung yang luar biasa membuat diri saya merinding. Saya pun ikut terbawa suasana, berkeliling di event ini mencari raut raut yang tak pasti, hehehe 

Si Ais dan Falen

Rekan Galleard, bareng si marshmellow, hehe

Nah ini


Salah satu action figure yang dipajang

Performs cosplayer

Met wth old friend in there

MC

Cosplayer

Native Jepang yang ramah banget



Antusiasme pengunjung

Taraa..... Guest Star di Event ini

Nggak salah lah kalo ini dibilang event terbesar di Bali. Walaupun mungkin memang jika saya bandingkan dengan beberapa event di area Jawa masih sedikit kalah, tapi untuk ukuran event di bali ini sudah sangat bagus banget. Kemudian sorenya ada pertunjukan tradisional jepang, seperti tarian2 gitu, kurang tau juga sihh, tapi pertunjukan ini jadi penutup yang seru buat saya, bagus banget performnya, anak2 kecilnya lucu2. Sebenarnya bukan penutuo event sih, masih ada lagi acara setelahnya cuman saya udah harus pulang, karena masih mengemban tugas berat dari Hokage, hhe. Yup saya nggak ikut eventnya sampai malam, so saya nggak bisa nyeritain gimana acara malemnya. Buat temen2 yang pengen liat lebih jelas gimana sih D’JAFU itu bisa liat nih video yang saya buat dibawah:


Di event ini, menurut saya sih pengunjungnya ramai banget kayak event di Egao Matsuri STIBA, trus untuk performance dari cosplay dan band nya bagus banget mirip dengan di event di Seishun No Matsuri. Bisa dibilang event ini mungkin seperti gabungan dari event2 besar di Bali. hehe ini Cuma pendapat pribadi saya sih… berhubung ini merupakan event dengan tema festival jadi saya membandingkan dengan event2 festival juga. Di Bali sendiri banyak event2 jejepangan yang walaupun nggak bergenre real festival, tapi juga seru seru kok. Nah event ini merupakan salah satu referensi bagi temen2 di Bali maupun di Luar bali yang suka dengan dunia Jepang, ataupun para otaku dan hikikomori pas banget nih, kalo kalian lagi ada di Bali bisa datengin nih event, Event ini biasanya diadakan di bulan November setiap tahunya. Untuk info event2 lainya klik link disini EVENT JAPANESE FESTIVAL DI BALI
Baca selengkapnya

Monday, November 7, 2016

J-KO Fest Bali (Japan Korean Festival)

Event lama yang udah pengen banget ngulas namun belum sempet. Salah satu event yang menurut saya unik. Event yang menggabungkan 2 kebudayaan, budaya yang beberapa tahun belakang ini sangat digandrungi masyarakat di Indonesia, yaitu Korea dan Jepang. Saya sendiri kurang begitu memahami kebudayaan korea, saya datang ke event ini karena tertarik ke event jejepanganya. Awalnya saya kira eventnya bakalan diadaain di dalem sebuah Mall, tapi ternyata didalem sebuah ruangan gedung, jadi sejenis Hall gitu lah.
Kalo di dalem gedung seperti ini ada banyak hal kelebihanya yang saya suka. Pertama kamar mandinya mewah, hhe, beberapa event yang diadakan diluar gedung biasanya kurang memperhatikan fasilitas kamar mandi, tapi kalo di dalem gedung nggak perlu khawatir lagi. Kedua Konsep yang bisa terfokus, jelas banget kalo event ini memang bukan event yang ditujukan untuk menuntut timbal balik respon dari pengunjung, sebaliknya di event ini memang pengunjung lebih di sodorkan suatu penampilan yang ada di panggung, dengan system pencahayaan yang baik dan terfokus, maka pengunjung mau nggak mau pasti akan terfokus dan bisa menikmati show lebih baik. Ketiga pembagian antara tempat show dan ruangan untuk pameran merchandise dan stan makanan diatur sangat rapi, mulai dari di teras, di lantai 1, di lantai 2, dan bahkan ada lantai yang tidak digunakan di lantai 3 yang banyak dipake oleh pengunjung untuk beristirahat. Keempat di dalam gedung dengan kondisi suhu yang nyaman dan efek pencahayaan yang tidak terlalu terang ngebuat penampilan dari performer dan pengunjung tetap terjaga kegantengan dan kecantikannya sepanjang hari, karena jarang keluar keringat, hha. Kelima panggung di desain apik sehingga performer bisa memberi pertunjukan terbaik apalagi dengan bantuan proyektor dan speaker yang bagus. Keenam dan lain lain. Kalo untuk kekurangan di dalem gedung kayak gini sih sebenarnya paling cuman ukuran ruangan yang terbatas aja, ada saat dimana pengunjung penuh sehingga ruang jadi terlihat sesak.






Overall keren banget acaranya. Acara sih berfokus ke Coswalk dan dance competition, juga ada beberapa perform lain, seperti music, dll. Konsepnya keren, ruanganya juga bagus look luxurious gitu, penontonya rame dan nggak rusuh. Penampilan semua cosplayer bener bener menghibur. Dancer nya juga bagus banget. Kebetulan di event ini sempet bikin dokumnetasi video, yuk nonton aja dibawah:


Menghibur banget lah event ini, event singkat yang bisa meringankan duka lara yang terpendam selama beberapa waktu, hhe. Awalnya sempet ngira kalo event ini bakal besar banget, dan luas banget serta didatangi ribuan pengunjung. Tapi begitu dateng ke lokasi ehh ternyata konsepnya nggak sebesar yang saya duga, namun konsep kayak inilah yang saya suka, simpel dan tujuan dari event bener bener bisa sampai ke pengunjung, pengunjung bukan hanya dari kalangan tertentu atau komunitas tertentu yang saling mengelompok. Di event ini orang orang bisa berbaur, itu yang saya suka di event ini. 
Baca selengkapnya

Monday, June 27, 2016

Review Japan EVENT (Japan Festival) di Bali 2016

Japan festival merupakan suatu event yang mulai berkembang pesat beberapa tahun terakhir. Pertama kali gue mengikuti festival Jepang adalah di event Isshoni Tanoshimassou IX yang diselenggarakan oleh FIB Universitas Brawijaya, Malang 2 tahun lalu, yaitu pada 2014. Setelah itu beberapa festival serupa gue ikutin selama gue jadi mahasiswa, yaitu Daisuki di UMM, ITX di UB, Misaki Matsuri di SMAN 1 Malang, Shibuya Days di MATOS, serta Isshoni Takashimasou yang juga di Malang tepatnya di Taman Krida. Namun bukan event-event tersebut yang akan gue bahas disini. Event tersebut mungkin akan gue bahas lain kali.  Semenjak gue Wisuda dan balik ke Bali, gue kira festival maupun event2 budaya nggak akan bisa gue lalui lagi, karena jalan pemikiran gue pasti akan berubah, lagian event2 seperti iitu setau gue tidak terlalu populer di Bali.
Ternyata itu semua salah, beberapa bulan awal tahun 2016 memang gue nggak denger wara wiri mengenai event2 apapun, Namun pada akhir bulan April gue dapet kabar dari social media bahwa akan ada japan festival pada awal bulan Mei 2016. Yoshhh….. tanpa pikir panjang gue langsung ngajak temen gue yang juga suka anime untuk nyoba dateng ke acara itu, Whattss!!! Gue kaget banget harga tiketnya 40rb apa 45rb gitu yg OTS …. BBrrbrbrbrb perasaan gue event di malang itu paling mentok juga 15rb, kebanyakan gratisan malah…. Ya udahlahh sikatt aja jarang2 juga. Dari event ini gue akhirnya menyadari bahwa Bali juga mempunyai passion yang lumayan tinggi mengenai dunia Jejepangan, di Bulan itu juga beberapa event lain diselenggarakan, dan event event tersebut selain mengobati rasa kangen gue terhadap Japan festival dan dunia cosplay juga memberikan pengalaman yang luar biasa dalam kehidupan gue di Bali J, akan gue bahas satu-satu event yang gue ikutin dibawah , Yuk scroll :


1.     Seishun No Matsuri  
Event tahunan yang diselenggarain sama Kampus SPB-STPBI, kalo nggak salah tahun ini merupakan event yang kedua. Umur event nya masih seonggok jagung sih, jauh kalo dibandingkan dengan event seperti Isshoni Tanoshimassou atau Daisuki di Malang. Tapi suasananya nggak kalah loh dengan kedua event itu, euphoria peserta lomba dan suguhan tampilan yang diberikan juga kereenn (walaupun nggak semuanya tampil baik). Selain itu juga di event ini selalu menghadirkan Guest Star berkelas yang luar biasa, di tahun ini Bintang utamanya Kak Angie asal Malaysia. Nggak usah diragukan dehh, kawaiii ne…..  TOP dah pokoknya… Selain itu juga ada kak Jeannice dan kak Konnichi sebagai guest star lainya. Satu hal agenda acara yang belum gue temuin di Malang, yaitu acara Bon Odori J. Saat malam hari, hampir di penghujung acara, terdapat agenda yang namanya Bon odori, jadi Bon Odori itu semacam tarian khas Jepang gitu, kita pengunjung peserta lomba, panitia, semuanya dehh ikut bergabung menari bersama diiringi tabuhan tabuhan khas jepang dan tarian tarian yang dibawakan oleh gadis kawai beryukata… suasanya luar biasa banget. Sayangnya waktu itu dipertengahan tarian rada gerimis gerimis gitu, tapi nggak menyurutkan semangat pengunjung untuk meneruskan tarian, kebetulan sempet ngerekam make hp Sony ericsson jadul, hehehe.
Namun walaupun banyak hal positif yang mengangkat popularitas event ini, ada beberapa hal yang menurut gue masih belum maksimal. Kalo dari Stan-nya, lumayan lengkap sih, mungkin ini event dengan stan yang terlengkap yang pernah gue kunjungi di Bali (gue belum membandingkan dengan event D’Javu yang katanya terbesar di Bali). Terdapat stan makanan dan minuman baik khas jepang maupun Indonesia, ada juga stan aksesoris dan baju baju Anime, dll. Namun di kepala gue masih ada yang kurang disini. Mmmmm ….. iya disini nggak ada stan game ataupun agenda game interactive yang dapat dimainkan oleh pengunjung, baik game2 modern maupun game tradisional, gue jadi ingat ketika gue ke IT di Kampus UB, gue bareng temen2 terhanyut dalam permainan khas festival jepang, kita berlomba melempar bola ke kaleng, menangkap ikan dengan jarring kertas, adu pukulan dengan senjata plastic untuk memperebutkan poin dan lainya…. Keseruan2 yang mulai jarang ditemui di zaman modern ini. Sayangnyaa…. Selain itu, ketidakadaan Obake, Maid Café, pajangan kesenian khas Jepang, Yukata, dan kurangnya peran Guest Star bagi pengunjung membuat event ini terasa sedikit hambar, gue sebagai murni pengunjung dipaksa untuk melihat ke arah pangguung karena tidak ada pilihan hiburan lain yang bisa dinikmati, untungnya cosplayer yang hadir (baik peserta lomba maupun yg hanya hobi) lumayan banyak, so jadi ada kegiatan lain lahh selain mantengin panggung, hehehe.. Satu lagi tidak maksimalnya performance dance cover menurut gue merupakan hal yang merugi, di tanah seberang sana (event yang pernah gue datangi sebelumnya), dance cover merupakan salah satu daya Tarik pengunjung yang luar biasa. Dance cover biasanya menarik perhatian para wotage sehingga ketika para dance cover tampil, terdapat pemandangan para wotage yang bersorak luar biasa sambal membawa tongkat yang menyala didepan panggung, gue bukanlah seorang wotage tapi gue seneng aja ngeliat antusiasme para pengunjung yang luar biasa, hehehe hal ini yang nggak terlihat di event ini. Masih ada beberapa hal sih yang menurut saya belum maksimal, tapi gue rasa panitia pasti juga udah memikirkanya. Mungkin emang event ini memiliki tujuan lain dalam penyelenggaraanya sehingga beberapa hal memang sengaja diabaikan, hehe. But overall event ini seruu kok, dukungan lingkungan yang bagus, terdaat banyak spot foto yang keren membuat event ini terasa lebih menarik. Untuk event yang masih berumur 2 tahun, ini merupakan prestasi yang luar biasa lohh, ketika gue bertanya ke beberapa cosplayer yang saya temui, mereka mengatakan bahwa Seishun No Matsuri merupakan salah satu event terbesar di Bali, Woowww, that’s so good I think, dan gue bangga paling nggak sudah pernah merasakan event ini walaupun hanya baru satu kali.
Salah satu stan yang menarik perhatian gue

Performance dance cover

Keseriusan juri (Guest Star) dari belakang

Antusiasme para cosplayer yang ikut berpartisipasi

Kemeriahan Bon Odori di Malam Hari

Selain itu juga yang penasaran bagaimana performance dari para cosplayer di Seishun no matsuri, streaming aja video dibawah ini:

Single Performance

Grup Performance



2.      Egao Matsuri STIBA
Event tahunan yang diselenggarain oleh STIBA Saraswati. Event ini berlangsung selama 2 hari, hari pertama lebih berfokus pada lomba lomba, dan pada hari kedua nya event yang sebenarnya di mulai. Katanya sih salah satu event besar juga, tiketnya murah, cuman 15rb doang kalo nggak salah. Di poster dan di tiketnya terllihat event ini menyuguhakan berbagai macam lomba dan berbagai macam agenda. Gue awal nya sih underestimated pas ngelihat harganya, but pas gue liat posternya Mmmmm kayaknya nggak ada salahnya untuk nyoba ikut event ini. Gue dateng agak siangan bareng temen gue, pas gue dateng gue langsung disuguhin performa yang luar biasa pas itu lagi tampil grup cosplayer yang nampilin pertarungan si Choji karakter di Naruto, gue langsung tertarik untuk ngelihatin performnya. Mungkin bukan performnya yang bener-bener bagus tapi euphoria penonton nya yang luar biasa, banyak banget (mungkin karena harga tiketnya yang nggak mahal yak), ditambah matahari yang sedang teriknya waktu itu keringat gue mengucur deras membuat tubuh gue terlihat lebih macho (baca: ngglingseng).
Overall sih Egao Matsuri ini lumayan kerenn, Stan yang disuguhkan sepertinya nggak lebih banyak dari Seishun No Matsuri, namun ada beberapa stan yang gue suka disini, yaitu stan Pendidikan dan stan Yukata. Stan pendidikan (Daruma Education) ini memberikan informasi bagi pelajar yang ingin melanjutkan studinya di Jepang, jadi selain hiburan festival, event ini juga mendukung pelajar yang ingin serius untuk melanjutkan studi ke Jepang dengan mengundang Daruma Education mengisi Stan mereka. Untuk stan yukata yahh tau sendiri lahh, bagi yang pengen foto pake Yukata bisa kesini. Selain itu ada juga Obake, terus komik komik hasil lomba yang dipajang di pintu masuk, Photoboot berbentuk Instagram juga bener bener memberikan daya Tarik bagi pengunjung. Hal lain yang saya suka di event ini adalah terdapat performa nyanyian yang kayak paduan suara gitu berbahasa Jepang yang dibawakan oleh Ibu2 Pkk ehhh, Entah oleh siapa mereka, but performa mereka di sela sela kejenuhan agenda event memberika ice breaking yang menenangkan, terutama bagi mereka  yang Bener bener tertarik dengan dunia jejepangan gitu. Salah satu lagu yang dinyanyikan yang masih saya ingat adalah lagunga AKB48 yang judulnya 365hari, keren banget ketika mereka nanyiin, salut dahh pokoknya.
Hal lain yang juga gue suka adalah disini juga kita bisa nonton event dari lantai 2 maupun lantai 3 dengan naik ke ruang ruang kelas disana, gue kan jadi bisa bebas nonton acaranya dari berbagai sudut pandang, selain itu juga misi stalker juga bisa berjalan lebih lancar, hehehe. Ketika menjelang petang juga terdapat perform dari adek adek kawai yang membawakan tarian2 campuran traditional dan modern, wahhh seru mereka narinya. Malemnya ada Bon Odori juga, tapi gue nggak ikutan karena ada band band yang nggak berbau Jepang yang perform sebelum bon Odori berlangsung, yang menurut gue hal tersebut sedikit menurunkan kesan jepangnya, gue sendiri sedikit terganggu dengan perform tersebut, dalam pikiran gue ketika gue menghadiri event jepang, gue ingin benar benar menenggelamkan diri dalam lautan jejepangan dan tidak ingin diganggu oleh lautan lainya. Karena yg lainya akan memiliki waktu sendiri untuk gue arungi. Selain itu juga gue udah capek banget, dan sebagian cosplayer juga sudah menghilang entah kemana, suasanaya sedikit berubah ketika petang dating.
Satu hal yang gue rasa sedikit aneh, entah karena cosplayer yang dateng jumlahnya sedikit atau memang pengunjung yang dateng terlalu banyak, gue kurang gitu ngerti yang pasti menurut gue komposisi ini sedikit kurang pas. Beberapa aspek yang belum maksimal di Seiushun No Matsuri juga terjadi di event ini. Selain itu juga di event ini nggak ada Guest Star yang bener bener besar seperti di Seishun no Matsuri, Kayaknya konsep awal dari event ini adalah menjangkau dan menyebarkan kesenangan mengenai dunia Jepang kepada banyak kalangan masyarakat, dan gue rasa konsep ini berhasil, pengunjung yang hadir sangat banyak dan dengan harga 15rb, event ini cukup memuaskan. Satu hal sih yang memberikan nilai tripel minus di dalam diri gue, yaitu kamar mandinya, memang gue dateng di event ini bukan untuk mengunjungi kamar mandi, tapi bukan berarti gue nggak mendatangi kamar mandir, kondisinya yahhh nggak perlu dibahas lahh, selain itu juga bahkan beberapa panitia yang gue tanyai pun nggak paham mengenai denah acara mereka, posisi dan letak kamar mandir, Whattsss….. Waktu briefing harus lebih dipahami yaaa, hehehe J, But pada akhirnya gue bilang event ini keren, banyak hal positif yang gue dapatkan dari event ini, dan gue juga bertemu dengan orang orang hebat di Event ini. 

Buku yang saya dapatkan dari stan Pendidikan

Suasana ketika band menyanyikan lagu "Haruka Kanata"

Gue foto bareng Cosplayer Kawai :)

Ini yang gue bilang perform nya Ibu2 yang keren

Gue bareng beberapa cosplayer 

Nih video yang gue dapetin di youtube, berisi overall keseruan acara di Egao Matsuri Stiba :





3.      J’Fest Stikom
Event yang diselenggarakan oleh STIKOM, salah satu Kampus swasta yang berbasis computer, sebenernya gue sendiri nggak tau kenapa kampus yang berbasis computer seperti STIKOM mengadakan event Jejepangan seperti ini, yang biasanya diadakan oleh kampus yang memang memiliki kelas Bahasa. Gue sih nikmatin aja, hahahahaha. Kata sepupu gue ini merupakan event Jepang pertama kali yang diadain oleh STIKOM (kebetulan seupupu gue anak STIKOM). Seperti biasa gue dapet kabar mendadak kalo bakalan ada event ini dan ternyata FREE… Hahhhh freee tanpa pikir panjang gue langsung koordinasi dengan temen temen gue dan kangsung membuat rencana untuk dapet ke event tersebut. Kali ini gue pergi berempat, kita dapet satu tambahan temen baru, dia ikut ke event rencana awalnya sih mau nyari aksesoris anime, so pas kita nyampe kita langsung Hunting aksesoris ke Stan-stan yang disediakan. Kita jalan keliling, dann Hahhhhh gue tercengang nggak ada stan aksesoris maupun baju baju disini…. Yang ada cuman stan food and baverage doing, ada satu stan pendidikan (Daruma Education) yang nyangkut diantara stan stan makanan tersebut. Mungkin ada stan stan lainya tapi gue nggak paham, yang pasti apa yang kita cari nggak ada disana. Baru 30 menit saya sudah menemukan nilai minus di event ini.
Sebenarnya event ini cukup menarik, dengan didukung gedung stikom yang bagus, namun hanya terdapat beberapa hal yang kurang maksimal disini. Saya melihat antusias cosplayer tidak sebanyak dan seramai di event event lainya, mungkin karena penyebaran informasi yang belum maksimal. Disini terdapat obake yang gue rasa sudah baik, terdapat pula games games kartu-kartu-an namun ….%$^&#%&#%^# tidak perlu saya bahas lahh panitia pasti sudah paham maksud saya, hehehe, Satu hal yang saya sedikit kecewa, yaitu terdapat salah satu band yang diundang untuk mengisi acara namun menyanyikan lagu jepang dengan cukup “FAIL”,……. Selain itu juga di poster di tulis kalo Kak Desi Narita bakalan dateng sebagai salah satu Guest Star, tapi pas hari H, huhuhu gue nggak ngelihat tuh kehadiran Kak Desi, mungkin kak Desi hadirnya di hari pertama, sedangkan gue hanya hadir di hari kedua.
Di event ini entah karena factor apa, gue nggak begitu focus dengan inti acara, gue lebih menyibukkan diri dengan taking video bareng temen temen dan cosplayer yang ada disana, gue juga menikmati gedung stikom disetiap lantainya, gue lebih tertarik mantengin gerak gerik para pengunjung dan cosplayer ketimbang inti acaranya, hehehe, Gedung STikom cukup bagus, kamar mandi yang cukup bagus, terdapat fasilitas yang lengkap, Mushola pun tersedia di gedung ini. Gedung ini sendiri merupakan daya Tarik pengunjung. Jika dilihat secara keseluruhan, sebagai First event, gue rasa event ini berjalan dengan cukup baik. Walaupun terdapat berbagai atau bahkan mungkin banyak aspek yang belum maksimal gue rasa itu wajar dalam penyelenggaraan sebuah event. 


Performance dari salah satu Guest Star

Foto bareng temen2, kebetulan ketemu temen SD di sana

No Caption

Para rekan rekan Galleard :)
   


4.     Bali Youth Festival
Sebenernya ini bukan resmi japan festival sih, lebih ke arah kompetisi bakat aja, karena disini nggak Cuma cosplay aja, tapi ada perlombaan perlombaan lainya, jadi gue nggak akan banyak komen. Event ini dlaksanakan di salah satu Mall di daerah Kuta Bali. Suasanya Mall membuat proses ketika lomba berlangsung menjadi sangat nyaman (tidak panas), cosplayer yang hadir pada event ini juga cukup banyak. Yuk liat vlog dibawah ini aja kalo penasaran dengan perform cosplayer-cosplayer Bali di event Bali youth Festival J



Kemeriahan para cosplayer yang hadir di event ini




Oke done sudah seluruh review gue, di artikel ini gue nggak ada niatan untuk menjatuhkan event apapun, di artikel ini gue cuman pengen menyampaikan apa yang saya rasakan secara subjektif ketika saya menghadiri sebuah event sebagai pengunjung. Bukanya pengunjung/pembeli adalah RAJA yaa… maka gue punya hak dong memberi masukan sebagai seorang Raja. Oh iya sebenernya ada hal yang masih belum gue pahami, yaitu apa sih peran Guest Star? Apakah guest star itu peranya sebagai Juri? Atau kah seharusnya yang namanya guest Star itu musti Perform? Sebenernya saya lebih suka pernyataan kedua gue sih……. Masih belum tau jawabanya….
Pada dasarnya setiap event memiliki kelebihan masing masing, gue ngebahas disini karena gue tertarik dengan event2 ini dan gue berharap kedepanya event2 ini bakal terus berlangsung hingga puluhan bahkan ratusan generasi. Ohh iya sebenernya ada satu event lagi yaitu “Cosunite” tapi gue nggak dateng ke event tersebut, jadinya nggak gue review disini. Dan juga dalam waktu dekat setelah Lebaran bakalan ada event “JAPAN KOREAN FESTIVAL” dan juga “D’JAVU”, kedua event tersebut isunya bakalan jadi salah satu event besar dan seru sepanjang tahun ini, gue nggak tau juga sihh, semoga aja gue masih dikasih kesempatan untuk mengikuti event2 tersebut. Kedepanya mungkin gue akan ngebahas atau ngereview event2 dalam bentuk vlog, yahhh liat aja nantilah, hehehe  …..
Baca selengkapnya