Showing posts with label Teknologi. Show all posts
Showing posts with label Teknologi. Show all posts

Saturday, January 24, 2026

Sony seharusnya jadi Monster Teknologi, Tapi sayangnya …….



Kadang aku kepikiran soal Sony.

Perusahaan ini punya hampir semua hal yang dibutuhkan untuk membangun ekosistem teknologi raksasa: hardware kelas dunia, konten eksklusif, dan nama besar yang sudah dipercaya puluhan tahun. Tapi anehnya, Sony justru terlihat ragu saat bicara soal ekosistem software.


Di dunia game, misalnya.

Sony punya PlayStation 5, PlayStation Network, dan deretan game eksklusif yang sangat kuat. Namun ketika mereka masuk ke PC, sebagian besar game dirilis melalui Steam. Secara bisnis ini masuk akal—Steam punya basis pengguna yang masif—tapi dari sudut pandang ekosistem, ini terasa seperti peluang yang dilepas.


Bayangkan jika Sony memiliki launcher PC sendiri.

Satu akun PlayStation bisa digunakan lintas perangkat: PS, PC, bahkan handheld. Save game, achievement, dan progres bisa saling terhubung. Apple sudah membuktikan bahwa continuity seperti ini bukan sekadar fitur tambahan, tapi nilai jual utama. Untuk gamer dengan mobilitas tinggi, ini bisa menjadi diferensiasi yang sangat kuat.


Jika fondasi software ini sudah matang, langkah berikutnya menjadi logis.

Sony sebenarnya punya kemampuan untuk mengembangkan OS sendiri dan merilis handheld gaming berbasis x64, semacam Steam Deck versi Sony, yang terintegrasi penuh dengan PlayStation Network. Tantangan terbesarnya bukan teknologi, melainkan konsistensi visi lintas divisi.


Di lini musik, ceritanya serupa.

Sony Music adalah salah satu pemegang lisensi terbesar di dunia. Mereka pernah mencoba masuk ke streaming lewat Music Unlimited, namun gagal bersaing. Padahal, jika Sony menggabungkan layanan streaming musik dengan lini Walkman modern, mereka bisa menciptakan digital audio player yang benar-benar unik: hardware audio premium dengan ekosistem musik bawaan yang solid.


Sementara di industri film, Sony Pictures memilih jalur yang lebih aman.

Alih-alih membangun platform streaming global sendiri, Sony fokus melisensikan kontennya ke platform lain. Strategi ini menguntungkan secara finansial, tapi membuat Sony kehilangan kesempatan membangun hubungan langsung dengan penonton—sesuatu yang kini menjadi aset paling berharga di industri hiburan.


Dari game, musik, hingga film, pola yang muncul sebenarnya sama.

Sony unggul di hardware dan konten, namun cenderung konservatif dalam membangun ekosistem software terpadu. Setiap lini berjalan kuat sendiri-sendiri, tapi jarang benar-benar disatukan menjadi satu pengalaman pengguna yang utuh.


Mungkin ini pilihan strategis.

Atau mungkin ini konsekuensi dari perusahaan besar dengan banyak divisi yang bergerak independen.

Baca selengkapnya

Wednesday, May 17, 2023

Hati Hati beli HP Second - Kasus di kena lock karena masih kredit



        Belakangan ini mulai ada metode baru yang cukup diresahkan di komunitas gadget maupun teknologi. Ada kasus dimana seseorang yang membeli sebuah smartphone 2nd, jenis flip merk samsung. Tak lama kemudian tiba tiba hp nya kena lock. Pada keadaan itu, terdapat notif, bahwa sudah jatuh tempo, dan dia harus segera melakukan pembayaran untuk bisa melanjutkan menggunakan fitur di hp itu. Aneh kan, lah dia kan udah beli cash walaupun dalam kondisi bekas. Mungkin disini dia panik, dan kemudian di share dan ditanyakan lah hal tersebut di sosmed, hingga banyak komentar yang bermunculan.

        Gimana gak panik coba, si pembeli mungkin udah seneng dapet hp like new dengan harga yang miring, tapi malah ada aja masalah. Masak dia harus bayar lagi sih, saya pun awalnya nggak ngerti, hingga akhirnya baca2 komentar. Jadi intinya sih ini hp di beli oleh pembeli pertama nya dalam kondisi baru di samsung resmi atau apalah itu, dimana pembayaranya menggunakan metode credit. Nah maka dari itu dia diberi hp yang sudah dimodif firmware nya dimana, ada counting didalam sistemnya, kalo si pembeli ini telat/ belum bayar, maka akan muncul notif hingga sampe ke tingkat tertentu hp tersebut akan terlock atau tidak bisa digunakan lagi. kemudian si oknum ini menjual unit hp kreditnya ke orang lain dengan harga full, padahal kan belum lunas. Nah disini, si pembeli kedua yang dapet ampasnya.

        Sebagian besar orang di komentar mengatakan bahwa itu sudah permanen, karena sudah dari firmware nya, atau sudah dari imeinya lah gitu, saya juga kurang gitu ngerti. Intinya sih akan sangat sulit untuk ngebuka, kecuali dia ngebayar cicilanya itu sih.

        Ada juga yang mengatakan kalo bisa aja di cusroom, ada yang bilang di bypass aja imeinya, dan berbagai hal lainya. Walau saya tidak yakin sih itu yang komen udah pada pernah nyoba kahh, atau asal ngomong aja.

        Dari saya sendiri sih berpendapat, Samsung pasti tidak bodoh ya, pasti ada sesuatu yang cukup kuat yang ditanamkan, dimana kalo di hard reset, custom room maupun di rubah imeinya, kemungkinan ada efek samping yang akan terjadi. Walaupun nggak bisa dibandingin, tapi saya mengaca ke apple id sih, ibarat kalo kita lupa sandinya, kan bakal repot tuh, mau nggak mau harus di bypass, dengan resiko yang besar, biaya jasa yang mahal dan juga di banyak kasus, device mereka jadi hanya bisa wifi aja. 

        Yahh apapun itu, semua hanya teori saja, saya belum dapet informasi validnya mengenai cara membypass kasus tersebut. Yang pasti ini menjadi informasi baru buat kita kalo mau beli hp second sebaiknya hati2, pastikan sellernya udah terpercaya dan mau memberi garansi panjang, jangan sampe hal ini terjadi kembali. 

 

 

Baca selengkapnya

Thursday, March 30, 2023

Kemudahan membuat sebuah Gambar dengan AI - Dall-e, Midjourney, dan Diffusion AI

 

    Belakangan ini AI udah semakin sering menjadi obrolan di forum2, mulai dari kelebihanya dan juga dampak negatif yang diakibatkan dari maraknya penggunaan AI. Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) bisa menghasilkan berbagai inovasi yang menakjubkan ngebikin banyak kalangan mulai berdebat, tapi gimanapun juga kita harus bisa beradaptasi, AI adalah teknologi masa depan, kelak keberadaanya akan menjadi penting dan menggantikan banyak sektor pekerjaan yang dikerjakan manusia. Kalo kita pesimis dan terus menolak, ya kita bakalan tertinggal oleh zaman kan.

    Dari sinilah saya jadi ingin mulai beradaptasi dengan AI yang kini mulai bisa diakses, bukan cuma Chat GPT aja sih, tapi diluaran sana ada banyak AI yang udah bertebaran. Chat GPT memang udah sangat luar biasa banget keberadaanya, apalagi free, tapi chat GPT memiliki kekurangan yaitu databasenya terbatas, sampe saat ini ditulis, chat gpt hanya bisa mengakses data sampe tahun 2021, selain itu, chatgpt juga hanya bisa menggenerate text saja.

    Diluaran sana ada banyak banget AI lain, seperti Ai yang bisa generate text menjadi suara, generate text acak menjadi sebuah SEO yang rapi, generate grammar, generate text menjadi video, generate text menjadi animasi video, dan juga generate text menjadi gambar.

    Nah karena saya juga termasuk orang yang suka ngegambar, yang juga profesinya mulai terancam oleh AI, disini kali ini saya iseng nyoba salah satu AI gambar yang sering di bicarakan di forum, yaitu Dall-e, Midjourney, dan Diffusion AI. Untuk Dalle pernah nyobanya dulu banget pas awal rilis, hasilnya mirip mirip kayak lukisan cat minyak gitu, sedangkan Diffusion AI lebih beragam lagi hasilnya, ada banyak profil yang bisa dipilih, mau kartunis, realistis, dan cinematic, dan lain lain, kemudian yang terakhir, yang paling saya suka adalah Midjourney, karena penggunaanya yang mudah, yaitu langsung melalui promp discord. Berikut hasil2 generate gambar dari Midjourney:   

Cantik bet ya

Ini Ellie dari The Last of Us part 2, versi AI nya

    Nah, bagus banget kan hasilnya. Dari hasil2 diatas. Saya merangkum beberapa kemudahan penggunaan AI khususnya dalam menggenerate sebuah gambar:

  1. Tidak memerlukan kemampuan teknis khusus Kamu tidak perlu memiliki keterampilan khusus dalam desain grafis untuk membuat gambar dengan menggunakan AI. Seiring dengan perkembangan teknologi AI, banyak platform dan aplikasi yang telah memungkinkan siapa saja untuk membuat gambar dengan mudah, bahkan bagi mereka yang tidak memiliki pengalaman atau pengetahuan tentang desain grafis. Yang penting kamu bisa mengolah kata2 kuni yang cocok saja, maka Bummm gambar akan langsung jadi.

  2. Membuat gambar bisa dalam waktu singkat. Dibandingkan dengan membuat gambar secara manual, membuat gambar dengan menggunakan AI jauh lebih cepat dan efisien. Dalam waktu singkat, AI dapat membuat gambar dengan kualitas yang tinggi dan detail yang halus, tanpa adanya kesalahan manusia yang mungkin terjadi pada proses pembuatan gambar secara manual.

  3. Lebih mudah menghasilkan banyak variasi gambar Dengan menggunakan AI, Kamu dapat membuat berbagai variasi gambar dalam waktu yang sama. Hal ini memungkinkan Kamu untuk memilih gambar terbaik dari banyak variasi yang telah dibuat secara otomatis oleh AI, dan memilih gambar yang paling cocok dengan kebutuhan Kamu. Hal ini juga memungkinkan Kamu untuk mempercepat proses desain dan meningkatkan produktivitas Kamu.

  4. Menghemat biaya Menggunakan AI untuk membuat gambar dapat menghemat biaya yang signifikan, terutama jika Kamu harus membuat gambar dalam jumlah besar. Dengan menggunakan AI, Kamu tidak perlu membayar biaya tenaga kerja atau penggunaan perangkat desain grafis yang mahal. Kamu juga dapat menghemat waktu, yang pada akhirnya akan menghemat biaya produksi secara keseluruhan.

  5. Tidak tergantung pada keahlian individu Membuat gambar dengan AI tidak tergantung pada keahlian atau kreativitas individu. Hal ini memungkinkan Kamu untuk menciptakan gambar yang unik dan berkualitas tinggi dengan lebih mudah dan cepat, tanpa adanya batasan keterampilan atau pengalaman.

       


Baca selengkapnya

Monday, January 23, 2023

XIaomi Wifi Repeater Pro - nembak Wifi - memperluas jangkauan Wifi

 


Sekitar sebulan yang lalu, gegara baru beli TV Box, internet jadi suatu hal yang penting banget biar bias dipake nonton tv nya dank arena wifinya gk sampe ke ruang tamu, akhirnya saya memutuskan untuk cari alternative alat buat ngegedein jangkauan wifi. Setelah berbagai research yang saya cari dari internet, saya akhirnya memutuskan untuk ngincer Mi wifi repeater Pro.

Ada beberapa hal yang saya pertimbangkan kenapa saya memilih merk xiaomi ini. Yang pertama yak arena tidak terlalu mahal, dan overall pricingnya stabil, dimanapun kita belinya nggak njomplang harganya. Kalo kita cek di online, ada sih yg merek lain, tapi ada yg ngejual terlalu murah, dan ada juga yang terlalu mahal, jadi takut dapet barang KW gitu.

Kemudian, yang kedua, karena masalah garansi, kalo beli yang merk lain, dan tiba2 dapet barang zonk, bingung mau klaim nya dimana. Sedangkan kalo xiaomi kan dimana mana ada support center nya.

Alasan terakhir adalah, harganya affordable dan support software nya lebih menjanjikan. Xiaomi bukan merk termurah, karena ada banyak repeater yang lebih murah, tapi juga bukan yang termahal, masih banyak yang lebih mahal. Dan selain itu, karena ini merupakan brand yang cukup ternama dan udah punya banyak produk, jadi support software nya bakal lebih terjamin. Ya bayangin aja, seandainya 5 tahun lagi kita mau pake di rumah lain, dan ternyata app nya udah gk ada lagi di app store, yaa sama aja gk bias dipake wkwk

Setelah hati udah mantab pada pilhan, saya pun langsung mantau marketplace, khususnya di area local. Pricing di Denpasar gk beda jauh dengan area Jawa. Masih ada di sekitaran 140-150k, jadi saya pun memutuskan untuk beli diarea Denpasar aja biar bias langsung gojek, cuman di hari itu, entah kenapa, seller pada slow respon banget. Nggak jelas barang ready atau enggaknya. Waktu itu emang lagi hari raya nya umat Hindu sih, jadi wajar. Setelah beberapa lama nggak ada kepastian. Saya langsung aja memutuskan untuk berangkat ke xiaomi official store di area teuku umar. Sekitaran 15 menitan dari rumah.


Sampai disana, saya cukup seneng sih, ada berbagai macam barang xiaomi yang dipajang, bukan cuman hp doing, tapi ada leptop, TV, charger, termasuk aksesoris xiaomi lainya, dan di antara rak aksesoris itulah saya melihat ada box barang yang saya incer. Langsung aja deh saya ambil dan gondol ke cashier.


Harga official nya sekitar 149k, tapi di hari itu dapet diskon jadi sekitar 129K aja harganya, entah karena ada promo tahun baru atau promo hari raya local, seneng banget lah pokoknya. Proses checkout barangnya agak lama, ada beberapa data yang harus di catat, dan berbagai hal lainya. Kita juga ditawari jika mau langsung dicoba barangnya. Sambal menunggu proses checkout, saya berkeliling aja ngeliatin produk2 mi lainya, cukup tertarik dengan deretan Hp dan tabletnya. Touch sana, touch sini, dan juga ngebandingin layar dan kameranya dengan hp saya sendiri. Overall produk flagsip xiaomi ini, layarnya oke2 sih, walau di bagian preview kamera nya agak kurang sih di banding HP saya (IP12). Setelah selesai proses checkout, saya langsung otw pulang kerumah.

Dirumah, saya langsung unboxing deh barangnya, dan langsung saya coba konekin ke wifi disini. Proses set up nya cukup mudah, kalian tinggal download aja aplikasi mi home di app store/ play store, setelah itu ikutin aja instruksinya. Dan BOOMM, selesai, disini kalian bias bikin nama wifi atau ssid sendiri. Bias kita custom suka suka dehhh..

Awalnya di ruang tamu ini, hp saya gk bisa nangkep sinyal sama sekali, dan seandainya pun dapet itupun paling speed nya di Speedtest sekitar 5 Mbps, namun setelah pake wifi repeater ini, sinyalnya jadi full, dan speed nya naik jadi sekitara 20 Mbps. Btw wifi ini nggak bias ngegedein speed internet kalian ya, jadi prinsipnya. Wifi repeater ini, nangkep sinyal internet dari wifi di rumah kalian lebih baik, dan kemudian wifi ini diteruskan dan diperpanjang sinyalnya sehingga bias jadi lebih kuat gitu. Jadi kalo wifi kalian speednya emang Cuma 10 Mbps, yam au dipakein repeater apapun juga ya tetep aja segitu speed nya.

Saat ini udah jalan sekitar 1 bulan penggunaan, dan performanya masih bagus banget. Belum pernah sih sampe putus internetnya selama penggunaan. Mungkin next kalo ada kendala bakal saya share di sini, artinya kalua setelah artikel ini masih belum ada artikel lain yang ngebahas wifi repeater xiaomi ini ya berarti barangnya masih bagus dan nggak ada kendala, hehe…

Selanjutnya keknya saya mau ngebahas review tentang tv box yang baru aja saya beli, sebulanan ini juga cukup memuaskan, speknya 2gb ram, 16gb rom,  nama tv box nya belum bias saya reveal disini

Baca selengkapnya

Sunday, August 8, 2021

Smartwatch Eggle Tempo 2 dan Oase Horizon W1

 


2 smartwatch ini sering banget disandingkan atau dicompare karena spesifikasinya yang mirip, bahkan aplikasi yang digunakan juga sama yaitu menggunakan Glory Fit. Anehnya kedua smartwatch ini memiliki harga yang cukup berbeda, Horizon W1 di harga 500 rb an, sedangkan eggle tempo 2 di harga 350rb an. Tapi walaupun begitu di forum forum banyak yang merekomendasikan Horizon W1 ketika melirik smartwatch di range harga 500rb an, padahal sekilas kelebihan dari W1 yang bisa terlihat secara spek ya hanya mode renangnya saja. Sedangakn dari fitur lain terlihat serupa dengan eggle tempo 2. Jadi secara diatas kertas harusnya si Eggle tempo ini jauh lebih worth it dong? Kenapa harus ambil yang mahal kalo bisa dapet yang  murah dengan fitur yang serupa?

Awalnya sih aku berpikir begitu, jadi akhirnya memutuskan untuk beli eggl tempo 2 sebagai daily watch. Selain karena fitur nya yang lengkap, juga tampilanya yang cukup aku suka, berbentuk bulat tajam, dengan strap dari kulit. Sebenarnya ada opsi lain sih di harga yang mirip, yaitu haylou Solar, tapi aku skip karena kurang suka dengan desainya.

Saat eggle tempo datang, puas banget dengan bentuk, build quality, bahkan dengan proformanya. Udah pake seminggu dan nggak ada kendala sama sekali. Baterainya juga lumayan awet, padahal banyak yang bilang 5 harian udah habis, ternya bisa seminggu lebih dengan full konek ke hp (kalo malem aku aktifin disturb time).



Di minggu kedua lihat iklan yang ngejual Horizon w1 di harga 400rb, dengan bonus 2 strap, fulset dengan pemakaian baru sebulan sih katanya. Akhirnya langsun sikat. Kesan pertama sih, beda banget, udah di coba sekitar seminggu, dan cukup puas juga dengan performa dari W1 ini, jadi ini kesan yang aku dapetin setelah sama sama seminggu make Eggle tempo 2 dan Horizon W1:

Kelebihan Horizon W1:

-          Layar jernih (padahal spek sama dengan Tempo 2, tapi kalo di jejer, layer W1 terkesan lebih jernih, tajam, jadi enak dilihat

-          Lebih responsive, touch menu lebih responsive ketimbang tempo 2, bahkan wake time Ketika kita ngangkat tangan juga cepet banget, sedangkan di tempo2 kadang ada delai 1-2 detik.

-          Punya tombol sport terpisah, di tempo 2 hanya ada 1 tombol ajdi kalo ma uke mode sport, harus nyari di menu

-          Punya mode renang


Kelebihan Eggle Tempo 2:

-          Murah, dengan fitur lengkap

-          Ada informasi baterai di slide atas, berbeda dengan W1 yang hanya menampilkan bateria di home atau watchface, karena ada beberapa face yang tidak ada baterainya, jadi kalo kita pake itu kita nggak bisa liat baterainya. Alhasil opsi buat face di W1 jadi ke limit.


Overall kedua smartwatch ini identic, tapi aku pribadi lebih nyaman pake W1, karena desainya nggak terlalu kaku sih, di tempo, agak kaku. Selain bentuk icon juga lebih suka di W1, tapi ini lebih ke subyektif, bisa jadi orang lain lebih suka make desain dan icon tempo 2. Untuk fitur ya bisa dibilang mirip, tapi tentu saja ada harga ada kualitas. Aku akhirnya ngerti kenapa W1 lebih mahal, bisa dilihat dari responsifitas nya yang lebih bagus dan layer lebih jernih itu kerasa banget buat kalo udah make keduanya. Tapi buat yang belum pernah pegang smartwatch manapun sebelumnya, aku rasa eggle tempo 2 juga sudah sangat worth it untuk dimiliki, mengingat harganya yang sangat miring banget.


Baca selengkapnya

Thursday, August 6, 2020

Perjalanan Memilih UPS FSP cuman 600rb an 800VA, Komputer dan ps4 bisa lebih awet



Mati listrik dadakan udah jadi makanan sehari2 sih, cuman saya baru sadar sejak kemarin pas lagi seru main game ehh tiba2 listrik mati. Tanpa ada [emberitahuan sebelumnya, alhasil semua progress yang udah saya kerjain di game juga hilang gitu aja, bukan cuman itu, ps4 mendadak pas dinyalain jadi eror, trus dia otomatis nge rebuild database gitu, Ada perasaan takut gitu, ntar kalua next mati lagi apa bisa rusak dadakan? Baik itu di psu atau di hdd nya yang emang rawan sih kalua sampe kena putus listrik lagi. Sebelumnya juga computer pernah mati dadakan pas listrik jeglek, kali ini ps yang jadi korban. Hati gundah, tapi yam au gimana lagi?
Akhirnys saya putuskan untuk membeli UPS, banyak orang di forum computer yang menyarankan untuk menggunakan UPS agar Ketika listrik mati dadakan kita bisa punya waktu buat nyimpen atau close perangkat kita dulu karena di UPS kan ada baterai jadi nggak sampe mati dadakan gitu. Saya nyari beberapa referensi UPS yang sekiranya cocok, daya computer saya paling nggak sekitar 200-3—W lah, TV atau monitor paling gede 65W, sedangkan PS ada dikisaran 165W. TV dan monitor nggak mungkin nyala berbarengan, begitu pula PS dan PC. Jadi perkiraan paling sekitar 350W sih daya yang dibutuhkan. Mulai lah mencari
Ada banyak banget rekomendasi merk yang ada, tapi saya cuman interested ke 3 merk yang memang ready juga di toko area rumah saya, yaitu merk APC, prolink, FSP. Setelah menimbang akhirnya saya memutuskan untuk membeli merk FSP 800VA (480W) dengan harga sekitar 620rb di toko deket rumah, yaitu di BTG, tapi karena mager saya ordernya lewat Tokopedia dengan pengiriman by Gojek, sebenernya tujuan utama saya biar dpet cashback sih, kalua nggak salah ada cashback 30rb, kan lumayan lahh, udah pengiriman free lagi tinggal duduk manis dirumah.
Saya memilih FSP ini, pertimbangan pertama karena memang saya juga make psu fsp Hexa+II, karena satu merk saya rasa harusnya kinerja udah sesuai tanpa harus mikirin apa arus listriknya nggak crash atau apalah… Selain itu juga saya lihat spek UPS ini lumayan juga walau dari body agak terlalu sederhana sih. UPS ini juga berperan sebagai penstabil daya listrik (pengganti stavolt dah) juga memiliki fungsi sebagai slow start, jadi oas listrik awal itu nggak makan watt tinggi hingga bikin jeglek. Memang nggak banyak yang ngereview merk ini khususnya di Indonesia tapi garansinya toh Panjang, 3 tahun resmi by NJT, harusnya sih merk ini usdah teruji. Distributor NJT jkan bukan distributor abal abal, saya juga udah sering beli barang dr distri ini sebelumnya.
Barang udah sampai, bener ternyata,desainya minimalis banget, bahan luarnya besi tipis kayak murahan gitu, emang murah sihhh harganya hehe…… bobotnya berat banget, lebih dari 5kg deh kayaknya. Langsung aja saya colok dan VOILLAAA, ya udah sih, intinya lancar sih, walau nggak sempet ngetes cabut listrik kmren karena langsung ada kerjaan. Sejauh ini belum ada mati listrik lagi jadi saya nggak bisa ngetes berapa lama tahan nya baternya. Males juga cabut stop kontak cuman buat ngetes, jadi yaudah lah, paling nggak dengan UPS ini hati udah lebih tenang, nggak takut ada dadakan mati lagi. Semoga aja ini barang bisa awet, seandainya pun ntar ada masalah, toh masih ada garansi, jadinya aman aman aja sih, hehehe


Baca selengkapnya

Saturday, June 13, 2020

Era Next Gen Konsol PS5 & Xbox Series X


Era konsol current gen sudah ada di ujung masanya. Konsol belutan Microsoft yaitu xbox bahkan sudah sejak akhir tahun lalu mereveal konsol generasi barunya yaitu xbox series x, Sony sendiri sudah sejak lama mengumumkan perkembangan teknologi serta fitur2 dari ps5, dan akhirnya kemarin tepat 11 juni 2020 akhirnya sony me reveal design dari ps5. Berbeda dengan xbox yang berbentuk box atau kotak sesuai dengan namanya. Sedangkan Sony masih melestarikan bentuk asli konsol. yaitu agak slim dan berbentuk seperti tower, walau memang sekilas terlihat agak lebih gendut.
Menurut saya, desain xbox terlihat sangat elegan, simple, bos, dengan warna yang terlihat doff dan memiliki led berwarna hijau di sisi atasnya sekaligus merupakan output keluarnya panas dari dalam konsol.Desain ini cukup bagus rasanya kalua di pajang di sebelah televisi, walau memang agak terkesan kurang wahh gt. Berbeda dengan Sony yang sepertinya tiap generasi ganjil, sony selalu mengeluarkan desain yang memiliki lekukan, inget aja desin ps1, yang sisinya agak melekuk, khususnya di tipe slim, kemudian ps3, yang juga memiliki lekukan, dan sekarang ps5 juga berbentuk agak langsing. Ps5 memilliki desain yang sekilas terlihat lebih futuristic, memiliki 2 kombinasi warna yaitu putih dan hitam di bagian tengahnya serta di hiasi oleh led biru di sisi tengah yang berbentuk huruf V.
Di generasi yang sekarang yaitu ps4 dan xbox one memiliki bentuk yang walau berbeda namun cenderung serupa, jadi mungkin desain bukan menjadi alas an orang memilih konsol kecuali yang collector edition. Tapi di next gen nanti, saya rasa selain di sector games dan fitur in game. Desain akan menjadi salah satu hal yang bisa menjadi sebuah pertimbangan penting dalam memilih konsol, Setiap orang akan memiliki pertimbangan sendiri yang sekiranya lebih sesuai untuk di tempatkan di ruang tamu mereka.
Next gen konsol juga di gadang2 memiliki kemampuan yang serupa dengan high end pc desktop saat ini, dengan memiliki storage yang cepat, pcie gen4 sebagai port koneksinya, prosesor ryzen zen 2 yang memiliki IPC tinggi, serta graphic card Navi yang juga support dengan Ray Tracing. Kalau pc sih ya vga dengan ray tracing aja harganya udah hamper 10 juga, ini nggak kebayang di sebuah konsol di implementasikan juga teknologi ray tracing. Selain itu khusus ps5 di sebut kalua mereka menggunakan SSD yang memiliki kecepatan luar biasa, bahkan jauh lebih cepat ketimbang ssd tercepat yang ada di PC saat ini, ini dikarenakan ps5 sudah menggunakan pcie gen4 dan memilii berbagai optimasi sehingga bisa mencapai speed yang jauh lebih baik ketimbang teknologi yang ada saat ini. Walau saya juga percaya sih, kelak mungkin setahun- 2 tahun lagi juga teknologi pc akan mencapai bahkan melebihi kecepatan milik sony ps5 saat ini, tapi tetep saja sih, kelebihan konsol itu dari optimasi yang dilakukan developer, berbeda dengan pembuatan game pc yang sulit dioptimasi karena setiap user pasti memiliki konfigurasi yang berbeda.
Mungkin saya nggak akan beli next gen konsol di day one karena biasanya sih di seri2 awal ada aja kendala yang terjadi di konsol , jadi  mungkin saya akan menunggu sampai nanti system terbaru jadi lebih stabil, selain itu nunggu harga jadi lebih stabil juga, karena biasanya diawal2 harga masih depend banget karena terpengaruh permintaan dan persediaan. 

Baca selengkapnya

Tuesday, October 8, 2019

Cara Install Android Virtual Device di Android Studio (Setting VT) Prosesor AMD


Kali ini saya mau  salah satu problem yang paling sering dihadapi sama orang yang baru pertama kali instal android studio, khususnya buat pengguna AMD sih biasanya. Yaitu mengenai nggak bisa nya instal Android virtual device alias AVD, di Andro Studio. Penyebab utamanya sih biasanya karena settingan Virtualizationya belum aktif, dan ada beberapa settingan di windows juga yang sebenarnya harus diaktifkan untuk menjalankan fungsinya.
Cara ini sudah saya coba di 3 perangkat berprosesor AMD, yaitu di laptop AMD E2 2000, di Desktop fx 6300, dan juga di desktop dengan prosesor Ryzen 5. Semua work tanpa kendala dalam prosesnya. OKe langsung aja simak step step berikut:
1.       Yang pertama kali harus kalian lakukan adalah mengaktifkan Virtualization prosesor kalian, untuk mengecek apakah settingan VT sudah aktif atau belum kalian bisa buka Task Manager, kemudian masuk ke tab “Performance” bagian CPU, perhatikan pict berikut:


Dibawah deskripsi logical prosesor, terdapat keterangan “Virtualization Enabled”, yang berarti VT nya udah aktif. Untuk mengaktifkanya kalian bisa masuk ke dalam Bios, setiap vendor mobo memiliki settingan BIOS yang berbeda beda, berikut merupakan cara mengaktifkan di Mobo MSI.

2.       Setelah masuk bios, pilih OC, kemudian masuk ke tab CPU Features. Nah disana ada option “SVM Mode”. Pastikan sudah ter Enabled.


3.       Setelah VT aktif, kemudian masuk Control Panel >> Programs and features

4.       klik “Turn Windows Features on or off” yang terdapat disisi kiri dari windows programs and features.

5.       Kemudian akan muncul pilihan task berikut, centang bagian Hyper-V dan Windows Hypervisor Platform.




6.       Setelah dicentang klik “OK”, biasanya sih ada instruksi buat restart. Restart aja.
7.       Setelah direstart, langsung aja coba instal ulang AVD di Andro Studio nya, kalo step step diatas sudah benar semua, seharusnya Emu kalian sudah bisa diinstal dan berjalan tanpa kendala. Semoga Berhasil.



Baca selengkapnya