Thursday, September 28, 2023

Tentang Anime, ketika kita sudah berusia 30 Tahun


Tidak ada yang abadi di dunia ini, Semua hal pasti  akan selalu berubah, terkecuali waktu, waktu akan menelan kita, waktu akan terus melumat dan menggerogoti kehidupan semua orang, hingga dimana waktu dan perubahan itu sendirilah yang akan selalu abadi. kita sebagai manusia, hanya bisa berprasah di lahap oleh waktu dan menjalani sebuah roda kehidupan. roda itu  akan terus berputar membuat perubahan pada setiap hal di diri kita, merubah kebiasaan kita dari kecil hingga saat ini, mulai dari hal kecil, hingga sampai hal besar. Film, series, anime, musik, game, dan berbagai hal lainya. akan silih berganti melewati hari hari kita, tapi rasa, atau pengalaman yang kita peroleh tidak akan sama lagi, antara dulu dan sekarang. 

 

#Milenial

Saya lahir dipertengahan  tahun 90 an, di antara generasi 90 an dan 2000 an. orang bilang generasi ini adalah generasi milenial. Generasi dimana perdamaian telah terjadi, Setiap Negara sudah tidak lagi sibuk memperluas wilayah. Perkembangan teknologi begitu pesat, perfileman begitu marak dimana mana. Era Internet mulai masuk. dan berbagai hal baru lainya mulai hadir.

 

Saya lebih suka menyebut era ini adalah era transisi dari teknologi analog ke teknologi digital  modern. mungkin orang2 yang lahir tahun 50 an, pada masa awal remaja dan dewasanya masih dihantui oleh agresi milliter. kemudian Orang tua kita yang lahir tahun 70-80 an, pada zaman remaja dan awal dewasanya bisa mulai merasakan teknologi analog seperti TV, dan atau awal2 handphone yang berlayar hitam putih. tapi Saya sendiri. di masa remaja saya sudah bisa merasakan HP smartphone, internet, komputer, laptop, dan berbagai teknologi digital yang canggih lainya.

 

Kita para generasi milenial akan lebih mudah beradaptasi dengan teknologi dari zaman  gen Z, sedangkan orang tua kita akan karena lahir di era analog, akan lebih sulit beradaptasi ke teknologi digital di gen Milenial maupun Gen Z.

 

Sejak Kecil, saya selalu ditemani oleh kartun setiap hari minggu, Doraemon, Shincan, Chibi Maruko, Beyblade, Lets & go, Samurai X, Naruto, bleach, dan tentunya juga One Piece, serta banyak lagi yang lainya. Di saat itu, di era analog, saya tidak memiliki banyak akses hiburan. hanya kartun di hari minggu, rental ps deket rumah, atau opsi lain bermain langsung ke bareng temen2. Tidak ada smartphone, apalagi akses ke sosmed yang menyediakan konten video pendek seperti saat ini. keterbatasan akses hiburan membuat saya menjadi semakin deep atau into ke setiap hiburan yang saya lakukan. 

 

Saat beranjak dewasa, di usia mendekati 20 tahun. teknologi semakin maju, saya mulai lebih mudah mengakses hiburan, baik film, anime, maupun game dengan lebih luas. Namun konteks nya tetep sama, saya tetep nonton anime, dan main game. Hanya saja, kontenya yang lebih menyesuaikan, Kalo dulu saya nonton Chibi maruko, akhirnya saya mulai lebih nyaman nonton tokyo Ghoul, AOT, dll. sedangkan untuk game sendiri, kalo dulu saya bermain di rental dan bermain game harvest moon, saat mulai remaja saya mulai bermain COD, Resident evil, dll di platform pc, maupun ps4. Kebiasaan tetep sama, hobbi sama, hanya saja level konten nya yang berbeda.

 

#Energi & Waktu

Masih inget kah dengan hukum kekekalan energi yang kita pelajari dulu di sekolahan. Hukum tersebut menyebutkan bahwa energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan, energi hanya dapat dirubah dari bentuk satu ke bentuk lainya.

 

Di usia belasan tahun hingga usia 20 an tahun awal, kalian pasti ngerasa begitu berenergi. Kalian sarapan di pagi hari untuk mengisi energi, kemudian bisa explore berbagai tempat, dan melakukan berbagai kegiatan dengan begitu bersemangat. Kemudian kalian baru mengisi kembali energi kalian di malam hari, yahh diusia segituan, kita begitu penuh dengan energi. Kita bisa melakukan banyak hal yang kita inginkan di hari yang sama.

 

Selain itu juga, di usia itu kita memiliki banyak waktu untuk menyalurkan hobi kita. Nonton anime 4 season dalam sehari, itu hal yang biasa bukan?? marathon drakor dalam sehari? gampang juga, Main game sampe 12 jam? jangan ditanya lagi…

 

Trus hubunganya dengan hukum kekekalan energi apa? dan hubunganya waktu saat kita sekolah atau kuliah dengan saat kita kerja nanti itu apa? bukanya orang yang bekerja itu juga tetap punya waktu luang??

 

Nah gini nih, Coba kalian pikir, anggap kalian berumur 30 an atau 40 an, kalian juga nggak terlalu sibuk kerja, tetep ada waktu luang saat sore dan malam, ataupun saat weekend. tapi kenapa kalian tetep nggak bergairah untuk nonton anime, drakor, main game seperti waktu muda dulu, padahal pola makan kalian juga sama, dengan kata lain supplay energi kalian juga terpenuhi.

 

Pada saat kalian masih muda, makanan kalian akan di cerna, sebagian diubah menjadi energi, baik untuk pertumbuhan maupun untuk beraktivitas. metabolisme tubuh kalian masih sangat baik dan efisien.

Nah saat tubuh kalian menjadi lebih dewasa, tubuh manusia mengalami perubahan fisiologis. penurunan produksi hormon, penurunan kepadatan tulang, perubahan metabolisme, dan lainya, hal ini berpengaruh terhadap tingkat energi dan vitalitas. Kurangnya aktivitas fisik juga membuat tubuh menjadi kurang fit,  kemudian energi yang terbuang sia sia akibat stress, mental, dan gaya hidup (merokok, minum, dll) itu juga membuat kalian sudah kelelahan bahkan sebelum matahari terbenam.

 

Jadi walaupun input energi yang masuk itu jumlahnya sama tapi output energi yang bisa kita manfaatkan saat umur kita semakin dewasa bisa saja semakin sedikit, karena banyak energi yang terbuang sia2 untuk berbagai macam hal.

 

#Bias & Expectasi

Apa ingatan kalian tentang anime lama terbaik yang pernah kalian tonton? Anime action adventure terbaik kalian apa? Naruto? Bleach? atau bahkan Law of ueki?

kalo mecha? Evangelion?  Code Geass? atau yang lainya?

untuk genre Gore? apakah Elfen Lied? Tokyo Ghoul? Parasite

kemudian untuk game terbaik yang kalian mainin di jaman dulu apa? GTA San Andreas?

 

Ingatan kita kadang memberikan informasi yang bias, otak kita menginformasikan sesuatu yang berlebihan, sehingga membuat kita membanding bandingkan yang ada saat ini dengan di zaman dulu. itu akan membuat kita terus menunda hingga akhirnya terlupa.

 

Semisal, otak kita memberi informasi bahwa Naruto adalah anime action adventure terbaik yang sempurna. dengan cerita yang begitu bagus di semua episode, lagu bagus, grafik perfecto. Sehingga saat kita mencoba menonton anime baru expectasi menjadi begitu tinggi. ketika kita baru nonton episode 1, kita udah langsung menyimpulkan ini nggak bagus, nggak kayak naruto. padahal kalo kita tonton ulang naruto, sebegitu bagusnya kah episode 1? saya rasa nggak sebegitunya. karena kadang ada beberapa anime yang baru bisa enjoy di eisode kesekian.

 

#Keluarga & Pernikahan

Menikah dan berkeluarga benar2 dapat merubah hidup seseorang. orang yang dulunya nolep suram bisa menjadi begitu bercahaya ketika sudah berkeluarga, begitu pula sebaliknya. Tapi ada 1 hal yang menurutku begitu mengubah selera saya khususnya dalam menonton anime ketika saya sudah berkeluarga. 

 

Ada satu hal yang saya rasa sudah tidak perlu dicari lagi. karena saat kita sudah menikah, kita sudah memilikinya. yaitu “PASANGAN”.

 

Saya ngeliat seseorang sebagai pacar, maupun sebagai istri itu rasanya beda banget, walaupun orang yang sama. Sebelum memiliki istri, saya masih suka menonton anime bergenre sekolahan dengan cerita romantis seperti Horimiya, tapi saat ini, ngeliat sinopsisnya pun udah nggak menarik lagi, padahal sekarang sudah ada kan season terbarunya yang rilis. 

 

Hidup dengan pasangan membuat segala sesuatu sudah tidak bisa kita tentukan semena mena sendirian. karena ada hati yang juga harus kita jaga. Sebagian waktu saya habiskan untuk bekerja, sebagian lagi kalo dirumah akan lebih menyenangkan untuk beraktivitas dengan pasangan, daripada hanya menonton maupun bermain game.

 

Intinya ada 2 hal sih yang berubah setelah menikah dalam konteks hobi ini, yang pertama adalah ada genre yang dadakan sudah nggak menarik lagi bagi saya, yaitu romantis maupun slice of life sekolahan, kemudian yang kedua adalah, pola pikir dari pada menghabiskan waktu sendirian untuk hobi, mending dihabiskan bersama istri. 

 

Tapi tentu saja tetap ada waktu dimana saya ditinggal oleh istri untuk kerja misalnya, nah disaat itulah saya menyenggangkan waktu untuk melakukan hobi, seperti nonton, ngegame, maupun nulis artikel kayak sekarang ini. 

 

Bagikan

Jangan lewatkan

Tentang Anime, ketika kita sudah berusia 30 Tahun
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.